Agen Poker Agen Poker

Agen Ceme Agen Domino99 Terpercaya>

Kamis, 09 November 2017

 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/11/cerita-sex-dewasa-menikmatin-tubuh.html

Maksudku datang ke Jakarta sesungguhnya untuk mengubah nasib Tapi siapa yang menganggap bila nyatanya kehidupan di kota besar, malah lebih keras serta pada di desa Saya pernah terlunta-lunta, tidak ada seseorangpun yang ingin perduli Selembar ijazah SMP yang kubawa dari desa, nyatanya tak ada berarti sama sekali di kota ini.

Jangankan cuma ijazah SMP, lulusan sarjana saja banyak yang menganggur Daripada jadi gelandangan, saya bekerja apa sajakah seandainya dapat memperoleh uang untuk menyambung hidup Sedang untuk kembali pada kampung, rasa-rasanya malu sekali karna tidak berhasil menaklukan kota metropolitan yang senantiasa jadi tumpuan orang2 kampung sepertiku

Seperti hari-hari umumnya, siang itu udara di Jakarta merasa demikian panas sekali Sepanjang hari ini saya kembali coba untuk mencari pekerjaan. Namun seperti yang senantiasa berlangsung Tak ada satupun yang melirik apa sekali lagi memerhatikan lamaran serta ijazahku Keputusasaan mulai menghinggapi diriku Tak tahu telah berapakah km. saya jalan kaki Sesaat bajuku telah basah oleh keringat

Serta wajahku juga merasa tidak tipis oleh debu Saya berteduh dibawah pobon, sembari menyingkirkan pegal-pegal di kaki Sehari-hari saya jalan Tidurpun dimana saja Sesaat bekal yang kubawa dari kampung makin menipis.

iga atau empat hari sekali lagi, saya tentu telah tidak mampu sekali lagi bertahan Karna bekal yang kubawa juga tinggal untuk makan sekian hari sekali lagi Itupun cuma sekali saja dalam satu hari Dibawah kerindangan pohon-pohon, saya memerhatikan mobil-mobil yang berlalu lalang

Juga orang2 yang yang senantiasa repot dengan masalahnya semasing Tak ada seseorangpun yang perduli pada satu dengan yang lain Mendadak pandangan mataku tertuju pada seseorang wanita yang terlihat jengkel karna mobilnya mogok

Dia menginginkan memohon pertolongan, Namun beberapa orang yang berlalu lalang serta melaluinya tak ada yang perduli Tak tahu mengapa saya jadi terasa kasihan Walau sebenarnya saya sendiri butuh dikasihani Saya bangkit berdiri serta mengambil langkah menghampiri

“Mobilnya mogok, Nyonya? ”, tegurku dengan sikap ramah

“Eh, iya Tidak tahu ya mengapa, mendadak saja mogok”, sahutnya sembari memandangiku penuh Curiga

“Boleh saya saksikan ” ujarku memohon ijin

“silakan bila dapat ” Saat di kampung saya seringkali bantu-bantu paman yang buka bengkel motor Kadang-kadang ada pula mobil yang minta diperbaiki Namun namanya di kampung, tidak sering orang yang miliki motor Apa sekali lagi mobil Maka dari itu usaha paman tidak sempat dapat maju Cuma cukup untuk makan keseharian saja.

Seperti seseorang pakar mesin saja, saya cobalah melihat-lihat serta mengecek semua peluang yang buat mesin mobil ini tidak ingin hidup Serta tak tahu memperoleh pertolongan dari tempat mana, saya temukan juga penyakitnya Sesudah saya perbaiki, mobil itu pada akhirnya dapat hidup kembali

Sudah pasti wanita yang memiliki mobil ini jadi suka Walau sebenarnya awal mulanya dia telah putus harapan Dia buka tasnya serta keluarkan uang lembaran dua puluh ribu Segera disodorkan padaku Namun saya tersenyum serta menggelengkan kepala

“Kenapa? Kurang? ”, tanyanya
“Tidak, Nyonya Terima kasih”, ucapku menampik halus
“Kalau kurang, kelak saya tambah”, tuturnya lagi

“Terima kasih Nyonya Saya hanya membantu saja Saya tidak menginginkan imbalan”, kataku tetaplah menampik

Walau sebenarnya uang itu nilainya besar sekali bagiku Namun saya jadi menampiknya Wanita yang kuperkirakan berumur sekitaran tiga puluh delapan th. itu memandangiku dengan kening berkerut Seolah dia tidak yakin bila di kota yang super repot dengan orang-orangnya yang senantiasa mementingkan sendiri, tanpa ada perduli dengan lingkungan sekelilingnya, nyatanya masih tetap ada pula orang yang dengan tanpa ada pamrih ingin membantu serta menolong sesamanya

“Maaf, nampaknya anda serta kampung? ” katanya bernada ajukan pertanyaan menginginkan memastikan
“Iya, Nyonya Baru satu minggu saya datang dari kampung”, sahutku polos
“Terus, maksudnya ingin kemana? ” tanyanya lagi
“Cari kerja”, sahutku tetaplah polos

“Punya ijazah apa? ” “Cuma SMP ” “Wah, susah bila hanya SMP Sarjana saja banyak yang jadi pengangguran kok Namun bila anda betul-betul ingin kerja, anda dapat kerja dirumahku”, tuturnya segera menawarkan

“Kerja apa, Nyonya? ” tanyaku segera semangat

“Apa saja Kebetulan saya butuh pembantu lelaki Namun saya butuh yang dapat setir mobil Anda dapat setir mobil apa Bila memanglah dapat, kebetulan sekali”, sahutnya

Sebentar saya jadi tertegun Benar-benar saya tidak menganggap sama sekali Nyatanya ijasah yang kubawa serta kampung cuma dapat digunakan untuk jadi pembantu Namun saya memanglah memerlukan pekerjaan sekarang ini Dari pada jadi gelandangan, tanpa ada berfikir panjang sekali lagi, saya segera terima pekerjaan yang di tawarkan wanita itu waktu itu juga, detik itu juga saya turut dengan wanita ini ke tempat tinggalnya Nyatanya tempat tinggalnya besar serta megah sekali Sisi dalamnyapun terisi semua jenis perabotan yang serba elegan serta lux

Saya hingga terkagum-kagum, seolah masuk satu istana Saya terasa seakan-akan tengah punya mimpi Saya di beri satu kamar, lengkap dengan tempat tidur, almari baju serta meja dan satu kursi Letaknya bersebelahan dengan dapur

Ada empat kamar yang berjajar Serta semua telah terisi oleh pembantu yang bekerja dirumah ini Bahkan juga tiga orang pembantu wanita, tempati satu kamar Saya kalkulasi, semuanya yang bekerja dirumah ini ada tujuh orang Bila ditambah denganku, bermakna ada delapan orang

Namun memanglah layak mengurusi tempat tinggal sebesar ini, mustahil dapat ditangani oleh satu orang Terlebih sesudah sekian hari saya bekerja dirumah ini saya telah dapat ketahui bila majikanku, Nyonya Wulandari senantiasa repot serta tidak sering ada dirumah Juga suaminya yang seringkali ada diluar kota atau ke luar negeri.

Sedang ke-2 anaknya saat ini sekolah diluar negeri Saya jadi heran sendiri Tak tahu bagaimana caranya mereka mencari uang, sampai dapat kaya raya begini Namun memanglah nasib, rezeki, maut serta jodoh ada di tangan Tuhan Demikian halnya yang berlangsung denganku

Dari jadi pembantu yang tugasnya bersihkan tempat tinggal serta menjaga tanaman, saya diangkat jadi sopir pribadi Nyonya majikan Tidak cuma jadi sopir, namun juga sekalian jadi pengawalnya Kemana sajakah Nyonya Majikan pergi, saya senantiasa ada di sebelahnya Karna saya mesti senantiasa mendampinginya, sudah pasti Nyonya membelikan saya sebagian potong baju yang pantas

Selalu jelas, pada intinya memanglah saya tampan serta mempunyai badannya yang tegap, atletis serta berotot Maka dari itu Nyonya jadi kesengsem demikian lihat penampilanku, sesudah tiga bln. lamanya bekerja jadi sopir serta pengawal pribadinya Saya dapat berkata demikian karna bukan hanya jadi sopir serta pengawal saja

Namun juga jadi pendampingnya di ranjang serta jadi penghangat badannya Isi kegersangan serta kesunyian hatinya yang senantiasa ditinggal suami Serta saya juga tempati kamar beda yang jauh semakin besar serta semakin bagus Tak akan tempati kamar yang spesial untuk pembantu

Semuanya dapat berlangsung saat malam itu saya barusan mengantar Nyonya pergi belanja Sesudah memasukkan mobil kedalam garasi, saya segera di panggil untuk menemuinya Awal mulanya saya sangsi serta nyaris tidak yakin, karna segera diminta masuk kedalam kamarnya Namun memanglah Nyonya memohonku untuk masuk kedalam kamarnya

Dia menyuruhku untuk tutup pintu, sesudah saya ada didalam kamar yang besar serta elegan itu Saya tertegun, apa sekali lagi waktu lihat Nyonya Majikanku itu cuma kenakan pakaian tidur yang begitu tidak tebal sekali, hingga tiap-tiap lekuk bentuk badannya membayang demikian terang sekali

Serta dibalik bajunya yang tidak tebal itu, dia tidak kenakan apa-apa sekali lagi Sekian kali saya menelan ludah sendiri melihat keindahan badannya Sekujur tubukku mendadak saja jadi menggeletar seperti diserang demam, saat dia hampiri serta segera melingkarkan ke-2 tangannya ke leherku

“Nyonya”

“Malam ini kau tidur disini bersamaku ”

“Eh, oh?! ” Belum juga saya dapat keluarkan kalimat semakin banyak, Nyonya Wulandari telah menyumpal mulutku dengan pagutan bibirnya yang indah serta hangat menggairahkan

Sudah pasti saya jadi gelagapan, kaget 1/2 mati Dadaku berdebar menggemuruh tidak menentu Bcrbagai jenis perasaan herkecamuk didalam dada Ragu-ragu saya memegang pinggangnya Nyonya Wulandari membawaku ke pembaringannya yang besar serta empuk Dia melepas baju yang kukenakan, sebelumnya melepaskan penutup badannya sendiri Serta biarkan tergeletak di lantai Mataku saat itu juga jadi nanar serta berkunang-kunang

Walau umur Nyonya Wulandari telah nyaris berkepala empat, namun memanglah dia menjaga kecantikan serta badannya dengan baik Sehigga badannya tetaplah ramping, padat serta diisi Tidak kalah dengan badan gadis-gadis remaja belasan th. Bagaimanapun saya lelaki normal Saya tahu apa yang dikehendaki Nyonya Wulandari Apa sekali lagi saya tahu bila telah dua minggu ini suaminya ada diluar negeri Telah barang pasti Nyonya Wulandari terasa kesepian

“Oh, ah ”

Nyonya Wulandari mendesis serta menggeliat waktu ujung lidahku yang basah semakin hangat mulai bermain serta menggelitik sisi ujung atas dadanya yang membusung serta agak kemerahan Jari-jari tangankupun tidak dapat diam Membelai serta meremas dadanya yang padat serta kenyal dengan penuh gairah yang membara.

Bahkan juga jari-jari tanganku mulai menelusuri tiap-tiap sisi badannya yang menghidupkan gairah Saya lihat Nyonya Wulandari serta telah tidak kuasa sekali lagi menghimpit gairahnya Kadang-kadang dia merintih dengan nada tertahan sembari menekan-desakkan badannya Mengajakku untuk selekasnya mendaki sampai ke puncak kesenangan yang teratas

Namun saya belum juga menginginkan membawanya terbang ke surga dunia yang bergelimang kehangatan serta kesenangan itu Saya menginginkan rasakan serta nikmati dahulu keindahan badannya serta kehalusan kulitnya yang putih seperti kapas ini.

“Aduh, oh Ahh, Cepetan dong, saya telah tidak tahan nih ”, desah nafsu sex Nyonya Wulandari dengan nada rintihannya yang tertahan.

Nyonya Wulandari menjepit pinggangku dengan sepasang pahanya yang putih serta mulus Namun saya telah tidak dapat sekali lagi rasakan kehalusan kulit pahanya itu Karna telah basah oleh keringat Nyonya majikanku itu betul-betul telah tidak dapat lebih lama sekali lagi bertahan.

Dia memaksaku untuk cepat-cepat membawanya mendaki sampai ke puncak kesenangan Saya mengangkat badanku dengan bertumpu pada ke-2 tangan Perlahan-lahan tetapi tentu saya mulai menghimpit pinggulku ke bawah Waktu itu ke-2 mata Nyonya Wulandari terpejam.

Serta serta bibirnya yang senantiasa memerah dengan bentuk yang indah serta menarik, keluarkan nada desisan panjang, waktu rasakan sisi kebanggaan badanku saat ini sangatlah keras serta berdenyut hangat mulai menyentuh serta menghimpit, mendobrak benteng pertahanannya yang paling akhir Pada akhirnya batang penisku menembus masuk hingga ke tempat yang terdalam divaginanya.

“Okh, aah! ” Nyonya Wulandari melipat ke-2 kakinya di belakang pinggangku.

Serta selalu menghimpit pinggulku dengan kakinya sampai batang kebanggaanku melesak masuk serta tenggelam kedalam telaga hangat yang menjanjikan berjuta-juta kenikmnatan itu Perlahan-lahan tetapi tentu saya mulai buat beberapa gerakan yang menyebabkan Nyonya Wulandari mulai tersentak dalam pendakiannya menuju puncak kesenangan yang teratas Memanglah pada awalnya beberapa gerakan badanku cukup lembut serta teratur Tetapi tidaklah sampai pada hitungan menit, beberapa gerakan badanku mulai liar serta tidak teratasi sekali lagi.

Sekian kali Nyonya Wulandari memekik serta mengejang badannya Dia menggigiti dada dan bahuku Bahkan juga jari-jari kukunya yang tajam serta runcing mulai mengkoyak kulit punggungku Merasa perih, namun sangat nikmat sekali.

Bahkan juga Nyonya Wulandari menjilati tetesan darah yang ke luar dari luka di bahu serta dadaku, karena gigitan giginya yang cukup kuat Serta dia jadi makin liar, sampai selanjutnya wanita itu memekik cukup keras serta tertahan dengan sekujur badan mengejang waktu menjangkau pada titik puncak kenikrnatan yang teratas Serta ketika yang nyaris berbarengan, sekujur badanku juga menegang Serta bibirku keluar nada rintihan kecil

Cuma sebagian detik lalu saya telah menggelimpang ke samping, sembari hembuskan napas panjang Nyonya Wulandari segera memeluk serta merebahkan kepalanya di dadaku yang basah berkeringat Saya memeluk punggungnya yang terbuka, serta rasakan kehalusan kulit punggungnya yang basah berkeringat.

Nyonya Wulandari menarik selimut, menutupi badan kami berdua Saya pernah memberikannya sebuali kecupan kecil dibibirnya, sebelumnya pejamkan mata Memikirkan semuanya yang barusan berlangsung sampai terikut kedalam mimpi yang indah Mulai sejak malam itu saya sering kali di panggil kedalam kamarnya untuk melayani nafsu sex nya.

Serta bila telah demikian, mendekati pagi saya baru keluar dari sana dengan badan letih Awal mulanya saya memanglah terasa mujur dapat nikmati keindahan serta kehangatan badan Nyonya Majikanku Namun makin lama, saya mulai dihinggapi perasaan takut

 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/11/cerita-sex-dewasa-menikmatin-tubuh.html

Bagaimana tidak, nyatanya Nyonya Wulandari tidak sempat senang juga akan nafsu sex nya bila cuma satu atau 2 x bertempur dalam semalam Saya baru mengerti bila nyatanya Nyonya Majikanku itu seseorang maniak, yg tidak sempat senang dalam bercinta diatas ranjang Tidak cuma malam saja Pagi, siang sore serta setiap saat bila dia inginkan, saya tidak bisa menampik.

Bukan sekedar dirumah, namun juga di hotel atau beberapa tempat beda yang sangat mungkin untuk bercinta, memuaskan nafsu sex nya serta menjangkau kesenangan diatas ranjang Saya telah mulai kerepotan menghadapinya Namun Nyonya Wulandari senantiasa memberiku obat perangsang, bila saya telah mulai tidak dapat sekali lagi melayani hasrat nafsu sex nya yang senantiasa berkobar-kobar itu.

Saya tetaplah jadi supir serta pengawal pribadinya Namun juga jadi kekasihnya diatas ranjang Mungkin saja karna saya telah mulai loyo, Nyonya Wulandari membawaku ke satu club kesegaran Beberapa orang katakan fitness centre Disana saya dilatih dengan beragam jenis alat supaya badanku tetaplah fresh, kekar serta berotot.

2 x dalam satu minggu, saya senantiasa datang ke club itu Memanglah tidak kecil biayanya Namun saya tidak sempat pikirkan biayanya Karna dijamin oleh Nyonya Wulandari Serta dirumah, menu makanankupun tidak sama dengan pembantu yang lainnya.

Nyonya Wulandari telah memberi perintah pada juru masaknya supaya memberi menu makanan untukku yang bergizi Bahkan juga dia memberi daftar makanan spesial untukku Selalu jelas, saya terasa tidak enak karna diperlakukan istimewa.

Namun nampaknya semuanya pembantu dirumah ini telah tidak asing sekali lagi Bahkan juga dari Bi Minah, yang tugasnya memasak itu saya baru tahu bila tidak cuma saya yang telah jadi korban kebuasan nafsu sex Nyonya Wulandari Namun telah sebagian orang pemuda seusiaku yang jadi korban.

Serta mereka rata-rata melarikan diri, karna tidak tahan dengan perlakuan Nyonya Wulandari Saya memanglah telah tidak dapat sekali lagi nikmati indahnya permainan diatas ranjang itu Apa sekali lagi Nyonya Wulandari telah mulai memakai beberapa cara yang mengerikan, Untuk memuaskan hasrat serta keinginan biologisnya yang mengagumkan serta dapat disebutkan liar.

Saya sempat diikat, dicambuk serta di dera sampai kulit badanku terkoyak Namun Nyonya Wulandari jadi memperoleh kenikmatan Wanita ini betul-betul seseorang maniak Serta saya makin tidak tahan dengan perlakuannya yang makin liar serta brutal.

Walau keadaan badanku dijaga, serta menu makanankupun terjamin gizinya, namun batinku makin tersiksa Sebagian orang pembantu telah merekomendasikan supaya saya pergi saja serta tempat tinggal ini Tempat tinggal yang besar serta megah penuh kemewahan ini nyatanya cuma satu neraka bagiku

Saya memanglah menginginkan lari, namun belum juga miliki peluang Namun rupanya Tuhan mengabulkan hasratku itu Kebetulan sekali malam itu suami Nyonya Wulandari datang Saya sendiri yang menjemputnya di bandara Serta pasti tidak sendiri saja, namun dengan Nyonya Wulandari Didalam perjalanan saya tahu bila suami Nyonya Majikanku itu cuma semalam saja Besok pagi dia harusnya kembali pada Tokyo.

Dari kaca spion saya lihat tak ada gurat kekecewaan di muka Nyonya Wulandari Walau sebenarnya telah nyaris satu bulan suaminya pergi Serta saat ini pulang juga cuma semalam saja Nyonya Wulandari jadi tersenyum serta mencium pipi suaminya yang kendur serta berkeriput Sesudah memasukkan mobil kedalam garasi, saya bergegas ke kamar

Peluang bagiku untuk kabur serta tempat tinggal neraka ini Karna Nyonya Wulandari tengah repot dengan suaminya Saya segera mengemasi baju serta apa sajakah milikku yang dapat termuat kedalam tas ransel Waktu lihat buku tabungan, saya tersenyum sendiri.

Mulai sejak bekerja di rumahi ini serta jadi sapi perahan untuk pemuas nafsu sex Nyonya Majikan, tabunganku di bank telah banyak pula Karna Nyonya Wulandan memanglah tidak beberapa enggan memberiku uang dalam jumlah yg tidak sedikit.

Serta tidak sepeserpun uang yang diberikannya itu saya pakai Semua saya taruh di bank Saya input buku tabungan itu kedalam tas ransel, di antara tumpukan baju Tak ada yang tahu bila saya miliki cukup banyak simpanan di bank Bahkan juga Nyonya Wulandari sendiri tidak tahu.

Karna gagasannya memanglah ingin kabur, saya tidaklah perlu sekali lagi berpamitan Bahkan juga saya ke luar lewat jendela Malam itu saya berhasil melarikan diri dari tempat tinggal Nyonya Wulandari Terlepas dari siksaan batin, karena terus-terusan dipaksa serta diterpa untuk memuaskan nafsu sex birahinya yang liar serta brutal.

Namun saat saya lewat dimuka garasi, ayunan langkah kakiku berhenti Kulihat Bi Minah berada di sana, seperti berniat menanti Dadaku jadi berdebar kencang serta menggemuruh Saya mengambil langkah hampiri Serta Wanita bertubuh gemuk itu meningkatkan senyumnya.

“Jangan datang sekali lagi kesini Cepat pergi, kelak Nyonya keburu tahu ”, kata Bi Minah sembari menepuk pundakku.

“Terima kasih, Bi”, ucapku Bi Minah kembali tersenyum.

Tanpa ada menghabiskan waktu sekali lagi, saya bergegas meniggalkan tempat tinggal itu Saya segera mencegat taksi yang kebetulan lewat, serta memohon untuk membawaku ke satu hotel Untuk pertama kalinya, malam itu saya dapat tidur pulas didalam kamar satu hotel Serta esok harinya, sesudah ambil semuanya uangku yang berada di bank, saya segera ke stasiun kereta.

Saya memanglah telah berkemauan untuk kembali pada desa, serta tidak mau datang sekali lagi ke Jakarta Dari hasil tabunganku sepanjang bekerja serta jadi pemuas nafsu sex Nyonya Wulandari, saya dapat buka usaha di desa Bakkan saat ini saya telah miliki istri yang cantik serta seseorang anak yang lucu.

Saya senantiasa mengharapkan, apa yang berlangsung pada diriku jangan pernah berlangsung pada orang yang lain. Kemewahan memanglah tidak selama-lamanya dapat di nikmati dengan nafsu sex. Malah kemewahan dapat menghancurkan diri bila tidak dapat mengaturnya.
AGEN BANDARQ | BANDAR Q | AGEN DOMINO TERPERCAYA | AGEN ADUQ | BANDAR SAKONG| AGEN CAPSA ONLINE

 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/11/cerita-sex-dewasa-menikmatin-tubuh.html

Agen Poker Terpercaya & Tanpa Robot ( 100% Member Vs Member )
Tersedia Games : Poker Online, Domino 99, BandarQ, Bandar Poker, Adu Q, Capsa Susun, Dan Sakong

Cukup 1 ID Sudah Dapat Memainkan 7 Games
Untuk DAFTAR silahkan klik link ini :

HOT PROMO !!!
* PROMO BONUS TURNOVER 0.5%
* PROMO BONUS REFERAL 20%
* MINIMAL DEPOSIT RP 20.000

Info Lebih Lanjut Hub:
* Website : WWW.HITSDOMINO.ORG
* Pin BBM : D86DAFAF
* Yahoo : hitsdomino@yahoo.com

* baca juga artikelnya : http://ceritasexdewasa168.blogspot.com
* baca juga artikelnya : http://www.webpokermas.blogspot.com
* baca juga artikelnya : http://hiburandewasa88.blogspot.com

Sabtu, 14 Oktober 2017

 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/10/cerita-sex-dewasa-sangat-begitu.html

Namaku Winie, umurku telah 35 th. dengan dua orang anak yang telah beranjak dewasa. Saat menikah umurku masih tetap 19 th. serta saat ini anakku yang paling tua telah berusia 15 th. tengah yang bungsu berusia 13 th.. Ke-2 anakku disekolahkan diluar negeri semuanya hingga dirumah cuma saya serta suami dan dua orang pembantu yang cuma bekerja untuk bersihkan perlengkapan tempat tinggal dan kebun, sesaat mendekati senja mereka pulang. Suamiku jadi seseorang usahawan mempunyai sebagian usaha didalam serta luar negri. Kesibukannya buat suamiku senantiasa tidak sering ada dirumah. Apabila suamiku ada dirumah cuma untuk istirahat serta tidur tengah pagi-pagi sekali dia telah kembali leyap dalam pandangan mataku.

Hari-hariku sebelumnya anakku yang bungsu menyusul kakaknya yang telah lebih dahulu menuntut pengetahuan diluar negeri merasa mengasyikkan karna ada saja yang bisa kukerjakan, tak tahu itu untuk mengantarkannya ke sekolah maupun membantunya dalam pelajaran. Tetapi sejak tiga bln. sesudah anakku ada diluar negeri hari-hariku merasa sepi serta menjemukan. Ditambah lagi apabila suamiku tengah pergi dengan masalah bisnisnya yang ada diluar negeri, dapat meninggalkan saya hingga 2 mingguan lamanya. Saya tidak sempat ikut serta masalah bisnisnya itu hingga hari-hariku kuisi dengan berjalan-jalan ke mall maupun pergi ke salon serta kadang-kadang lakukan senam. Hingga satu hari kesepianku beralih keseluruhan karna supirku. Satu hari setibanya dirumah dari tempatku senam supirku tanpa ada kuduga memperkosaku.

Seperti umumnya demikian saya tiba didalam tempat tinggal, saya segera buka pintu mobil serta segera masuk kedalam tempat tinggal serta melangkahkan kakiku menaiki anak tangga yang melingkar menuju lantai dua di mana kamar paling utama ada. Demikian kubuka pintu kamar, saya segera melemparkan tasku ke bangku yang berada di dekat pintu masuk serta saya segera melepas baju senamku yang berwarna hitam sampai tinggal BH serta celana dalam saja yang masih tetap menempel pada badanku. Waktu saya jalan akan masuk ruangan kamar mandi saya melalui tempat rias kaca milikku. Sebentar saya lihat badanku ke cermin serta lihat badanku sendiri, kulihat betisku yang masih tetap kencang serta berupa serupa perut padi, lantas mataku mulai berpindah lihat pinggulku yang besar seperti bentuk gitar dengan pinggang yang kecil lalu saya menyampingkan badanku sampai pantatku tampak masih tetap menonjol dengan kencangnya. Lalu kuperhatikan sisi atas badanku, buah dadaku yang masih tetap diselimuti BH tampak terang lipatan sisi tengah, tampak cukup padat diisi dan, “Ouh.. ngapain anda disini! ” sedikit terperanjat saat saya tengah sebagian asiknya memandangi kemolekan badanku sendiri mendadak saja kulihat dari cermin ada kepalanya supirku yang rupanya tengah berdiri di bibir pintu kamarku yang barusan lupa kututup. “Jangan ngeliatin.. sana cepet keluar! ” bentakku dengan geram sembari menutupi sisi badanku yang terbuka. Namun supirku bukannya mematuhi perintahku jadi kakinya mengambil langkah maju satu untuk satu masuk dalam kamar tidurku. “Aris.. Saya telah katakan cepat keluar! ” bentakku sekali lagi dengan mata melotot. “silakan ibu teriak sekuatnya, hujan diluar juga akan melenyapkan nada ibu! ” ucapnya dengan matanya memandang tajam padaku. Sekilas kulihat celah jendela yang ada di sampingku serta nyatanya memanglah hujan tengah turun dengan lebat, memanglah ruangan kamar tidurku cukup rapat jendela-jendelanya sampai hujan turun juga takkan terdengar cuma saja diluar sana kulihat dedaunan serta ranting pohon bergoyang tertiup angin ke sana kemari. Detik untuk detik badan supirku makin dekat serta selalu mengambil langkah menghampiriku.

Merasa jantungku makin berdetak kencang serta badanku makin menggigil karena itu. Saya juga mulai mundur teratur selangkah untuk selangkah, saya tidak paham mesti melakukan perbuatan apa waktu itu hingga pada akhirnya kakiku tersudut oleh bibir ranjang tidurku. “Mas.. janganlah! ” kataku dengan nada gemetar. “Hua.. ha.. ha.. ha..! ” nada tawa supirku waktu melihatku mulai kepepet. “Jangan..! ” jeritku, demikian supirku yang telah berjarak satu meteran dariku menerjang badanku sampai badanku segera terpental jatuh diatas ranjang serta dalam sebagian detik lalu badan supirku segera menyusul jatuh menindih badanku yang kemampuanng. Saya selalu berupaya meronta waktu supirku mulai menggerayangi badanku dalam himpitannya.

Perlawananku yang terus-menerus dengan memakai ke-2 tangan serta ke-2 kakiku untuk menendang-nendangnya selalu buat supirku juga kerepotan sampai susah untuk berupaya menciumi saya hingga saya berhasil terlepas dari himpitan badannya yang besar serta kekar itu. Demikian saya memperoleh peluang untuk mundur serta menjauh dengan membalikkan badanku serta berupaya merangkak tetapi saya masih tetap kalah cepat dengannya, supirku berhasil menangkap celana dalamku sembari menariknya sampai badanku juga jatuh terbawa ke tepi ranjang kembali serta celana dalam putihku tertarik sampai bongkahan pantatku terbuka. Tetapi saya selalu berupaya kembali merangkak ke tengah ranjang untuk menjauhinya.

Sesaat kemudian kurasakan sisi bibir vaginaku dilumat dengan buas seperti orang yang kelaparan. Memperoleh serangan sesuai sama itu badanku segera menggelinjang-gelinjang serta rintihan dan erangan suaraku makin meninggi menahan geli bercampur nikmat beberapa hingga kepalaku bergerak menggeleng ke kanan serta ke kiri berkali-kali. Cukup lama mulutnya mencumbu serta melumati bibir vaginaku terlebih-lebih di bagian atas lubang vaginaku yang paling peka itu. “Aris.. telah.. telah.. ouh.. ampun Aar.. riss.. ” rintihku panjang dengan badan yang mengejang-ngejang menahan geli yang menggelitik bercampur nikmat yang mengagumkan rasa-rasanya waktu itu. Lantas kurasakan tangannya juga mulai rebutan dengan bibirnya. Kurasakan jarinya dicelup kedalam lorong kecil kemaluanku serta mengorek-ngorek isi dalamnya. “Ouh.. Ris.. ” desisku nikmati alur permainannya yang selalu jelas belum juga sempat kudapatkan bahkan juga dengan suamiku sendiri. “Sabar Win.., saya sukai sekali dengan lendirmu sayang! ” nada supirku yang 1/2 bergumam sembari selalu menjilat serta mengisap-hisap tanpa ada hentinya hingga sebagian menit sekali lagi lamanya. Sesudah senang mulutnya bermain serta berteman dengan bibir kemaluanku yang montok itu si Aris lantas mendekati wajahku sembari meremas-remas buah dadaku yang ranum serta kenyal itu. “Bu Winie.., saya entot saat ini ya.. sayang.. ” bisiknya lebih perlahan sekali lagi dengan nafas yang telah mendesah-desah. “Eee.. ” pekikku demikian kurasakan di belahan pangkal pahaku ada benda yang cukup keras serta besar menekan-desak 1/2 memaksa masuk belahan bibir vaginaku. “Tenang sayang.. tenang.. dikit sekali lagi.. dikit sekali lagi.. ” “Aah.. sak.. kiit..! ” jeritku keras-keras menahan ngilu yang sangat begitu beberapa hingga merasa duburku berdenyut-denyut menahan ngilunya.

Pada akhirnya batang penis supirku terbenam sampai dalam dibalut oleh lorong kemaluanku serta tertekan oleh bibir vaginaku. Sebagian waktu lamanya, supirku dengan berniat, penisnya cuma didiamkan saja tidak bergerak lantas sebagian waktu sekali lagi mulai merasa didalam liang vaginaku penisnya ditarik keluar perlahan serta kemudian didorong masuk sekali lagi, dengan juga perlahan sekali seolah-olah menginginkan nikmati gesekan-gesekan pada dinding-dinding lorong yang rapat serta merasa bergerenjal-gerenjal itu. Semakin lama pergerakannya makin cepat serta cepat hingga badanku makin berguncang dengan hebatnya hingga, “Ouhh.. ” Mendadak nada supirku serta suaraku keduanya sama beradu nyaring sekali serta panjang lengkingannya dengan dibarengi badanku yang kaku serta segera lemas seperti tanpa ada tulang rasa-rasanya. Begitu halnya badan supirku yang segera terhempas kesamping badanku. “Sialan anda Ris! ” ucapku memecah kesunyian dengan suara berang. Sesudah sebagian lama saya melepas capek serta nafasku telah mulai tenang serta teratur kembali. “Kamu hilang ingatan Ris, anda sudah memperkosa istri majikanmu sendiri, tau! ” ucapku sekali lagi sembari melihat badannya yang masih tetap terkulai di samping sisiku. “Bagaimana bila saya hamil kelak? ” ucapku sekali lagi dengan suara jengkel. “Tenang Bu Winie.., saya masih tetap miliki pil anti hamil, Bu Winie. ” ucapnya dengan tenang. “Iya.. namun kan telah telat! ” balasku dengan sinis serta ketus. “Tenang bu.. tenang.. tiap-tiap pagi ibu kan senantiasa minum air putih serta sepanjang dua hari terlebih dulu saya senantiasa mencampurkan dengan obatnya jadi Bu Winie tidak usah cemas bakalan hamil bu, ” ucapnya jadi lebih tenang sekali lagi. “Ouh.. jadi anda telah merencanakannya, sialan anda Ris.. ” ucapku dengan terperanjat, nyatanya diam-diam supirku telah lama merencanakannya. “Bagaimana Bu Winie..? ” “Bagaimana apanya? Saat ini anda lepasin saya Ris.. ” kataku masih tetap dengan suara jengkel serta gemas. “Maksudnya, barusan saat di Entotin enak kan? ” tanyanya sekali lagi sembari membelai rambutku.

Wajahku segera merah padam mendengar apa yang barusan disampaikan oleh supirku, tetapi dalam hati kecilku tidak bisa kupungkiri meskipun barusan dia telah memperkosa serta menjatuhkan derajatku jadi majikannya, tetapi saya sendiri ikut menikmatinya bahkan juga saya sendiri rasakan organsime 2 x. “Kok ngak dijawab sih! ” bertanya supirku sekali lagi. “Iya.. iya, namun saat ini lepasin talinya dong Aris! ” kataku dengan menggerutu karna tanganku telah pegal serta kaku. “Nanti saja yach! Saat ini kita mandi dahulu! ” ucapnya sembari segera menggendong badanku serta membawa ke kamar mandi yang ada di samping tempat ranjangku. Badanku yang masih tetap lemah lunglai dengan ke-2 tangan serta kakiku yang masih tetap terikat itu ditempatkan diatas lantai keramik berwarna krem muda yang dingin pas dibawah pancuran shower yang bergantung pada dinding. Kemudian supirku menyalakan lampu kamar mandiku serta menyalakan kran air sampai badanku basah oleh guyuran air dingin yang turun dari atas pancuran shower itu. Lihat badanku yang telah basah serta tampak mengkilat oleh pantulan lampu kamar mandi lantas Aris supirku berjongkok dekatku serta lalu duduk di sampingku sampai badannya juga ikut basah oleh air yang turun dari atas.

 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/10/cerita-sex-dewasa-sangat-begitu.html

Mata supirku yang memandangiku seperti tampak beda dari umumnya, dia mulai menyeka rambutku yang basah ke belakang dengan penuh sayang seperti tengah menyayang seseorang anak kecil. Lantas diambilnya sabun Lux cair yang berada di dalam botol serta menumpahkan pada badanku lantas dia mulai menggosoki badanku dengan telapak tangannya. Pinggulku, perutku lantas naik ke atas sekali lagi ke buah dadaku kiri serta lalu ke buah dadaku yang kanan. Tangannya yang merasa kasar itu selalu menggosok-gosok serta menggosok-gosok sembari bergerak berputar-putar seperti tengah memoles mobil dengan cairan kits. Kadang-kadang dia meremas dengan lembut buah dada serta punting susuku sampai saya terasa geli dibuatnya, lantas naik sekali lagi diatas buah dadaku, pundakku, leherku lantas ke bahuku, lalu turun sekali lagi ke lenganku. “Ah.. mas.. ” pekikku saat tangannya kembali turun serta turun sekali lagi sampai telapak tangannya tutup bibir vaginaku. Kurasakan telapak tangannya menggosoki bibir vaginaku naik turun serta lalu membelah bibir vaginaku dengan jemari tangannya yang lincah serta cekatan serta kembali menggosokikannya sampai sabun Lux cair itu jadi makin berbusa.

Sesudah memandikan badanku lantas dia juga membersihkan badannya sendiri sembari membiarkan badanku tetaplah bertumpu dibawah pancuran shower. Selesai bersihkan tubuh, supirku lantas menggendongku keluar kamar mandi serta menghempaskan badanku yang masih tetap basah itu ke atas kasur tanpa ada melap badanku terlebih dulu. “Saya juga akan bawakan makanan kesini yach! ” ucapnya sembari supirku melilit handuk yang umum kupakai kepinggangnya lantas ngeloyor ke luar kamarku tanpa ada pernah buat aku bicara. Telah tiga th. lebih saya tidak sempat rasakan kehangatan yang sekian mencapai puncak, karna keegoisan suamiku yang senantiasa repot dengan pekerjaan. Memanglah dalam soal keuangan saya tidak sempat kekurangan. Apa pun yang saya ingin tentu kudapatkan, tetapi untuk masalah keharusan suami pada istrinya telah lama tidak kudapatkan sekali lagi.

Tak tahu kenapa perasaanku sekarang ini seperti ada rasa tengah, senang atau.. tak tahu apalah namanya. Yang tentu hatiku yang sampai kini merasa berat serta jemu hilang demikian saja meskipun dalam hati kecilku juga terasa malu, tidak suka, sebal serta jengkel. Supirku cukup lama meninggalkan diriku sendirian, tetapi saat kembali rupanya dia membawakan masakan nasi goreng dengan telor yang masih tetap hangat dan satu gelas minuman kesukaanku. Lantas badanku disandarkan pada teralis ranjang. “Biar saya yang suapin Bu Winie yach! ” ucapnya sembari menyodorkan sesendok nasi goreng yang dibuatnya. “Kamu yang masak Ris! ” tanyaku menginginkan tahu. “Iya, lantas siapa sekali lagi yang masak bila bukanlah saya, kan dirumah hanya tinggal kita berdua, si Wati kan telah saya suruh pulang duluan sebelumnya hujan barusan turun! ” kata supirku. “Ayo dicicipi! ” tuturnya sekali lagi. Awalnya saya sangsi untuk mencicipi nasi goreng bikinannya, tetapi perutku yang memanglah telah merasa lapar, pada akhirnya kumakan juga sesendok untuk sesendok.

Tidak kusangka nasi goreng bikinannya cukup lumanyan juga rupanya. Tanpa ada merasa nasi goreng di piring bisa kuhabisi juga. “Bolehkan saya menyebut Bu Winie dengan sebutan mbak? ” tanyanya sembari membersihkan mulutku dengan tissue. “Boleh saja, memanglah mengapa? ” tanyaku. “Engga apa-apa, agar enak saja kedengaran di kupingnya. ” Bila saya bisa manggil Mbak Winie, bermakna Bu Winie eh.. salah tujuannya Mbak Winie, panggil saya Bang saja yach! ” celetuknya memohon. “Terserah anda saja ” kataku. “Sudah tidak raih sekali lagi kan Mbak Winie! ” sahut supirku. “Memang mengapa!? ” tanyaku. “Masih kuatkan? ” tanyanya sekali lagi dengan senyum binal sembari mulai meraba-raba badanku kembali. Saya tidak berikan jawaban sekali lagi, cuma menunduk malu, barusan saja saya diperkosanya jadi membuatku senang disetubuhinya terlebih untuk sesi yang ke-2 kataku dalam hati. Sebenarnya saya tidak ikhlas badanku diperkosanya tetapi saya tidak dapat untuk menampik permintaannya yang buat badanku bisa melayang di udara seperti dahulu waktu saya pertama kalinya menikah dengan suamiku.
AGEN BANDARQ | BANDAR Q | AGEN DOMINO TERPERCAYA | AGEN ADUQ | BANDAR SAKONG| AGEN CAPSA ONLINE

 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/10/cerita-sex-dewasa-sangat-begitu.html

Agen Poker Terpercaya & Tanpa Robot ( 100% Member Vs Member )
Tersedia Games : Poker Online, Domino 99, BandarQ, Bandar Poker, Adu Q, Capsa Susun, Dan Sakong

Cukup 1 ID Sudah Dapat Memainkan 7 Games
Untuk DAFTAR silahkan klik link ini :

HOT PROMO !!!
* PROMO BONUS TURNOVER 0.5%
* PROMO BONUS REFERAL 20%
* MINIMAL DEPOSIT RP 20.000

Info Lebih Lanjut Hub:
* Website : WWW.HITSDOMINO.ORG
* Pin BBM : D86DAFAF
* Yahoo : hitsdomino@yahoo.com

* baca juga artikelnya : http://ceritasexdewasa168.blogspot.com
* baca juga artikelnya : http://www.webpokermas.blogspot.com
* baca juga artikelnya : http://hiburandewasa88.blogspot.com

Jumat, 13 Oktober 2017

 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/10/cerita-sex-dewasa-begitu-nikmatnya_40.html

Goyangan Maut Tante Dona -Kejadian ini yaitu beberapa dari cerita nyataku, yang berlangsung lebih kurang 4 th. yang kemarin. Selalu jelas, saya begitu suka pada wanita yang berumur 30-40 th., dengan kulit mulus. Bagiku wanita ini begitu menarik, terlebih bila ‘jam terbangnya’ telah tinggi, hingga pintar dalam bercinta. Tetapi jadi pegawai swasta yang bekerja, saya mempunyai terbatasnya saat, tidak gampang bagiku untuk mencari wanita itu. Hal semacam ini yang mendorong saya untuk mengiklankan diriku pada suatu surat berita berbahasa Inggris, untuk tawarkan jasa ‘full body massage’. Uang bagiku tidak jadi masalah, karna saya datang dari keluarga menengah serta gajiku cukup, tetapi kenikmatan yang ku bisa jauh dari itu. Hingga saya tidak menempatkan tarif untuk jasaku itu, di beri berapapun kuterima.

Selama seharian itu, mulai sejak iklanku terbit banyak tanggapan yang kudapat, beberapa dari mereka cuma iseng belaka, atau cuma menginginkan bercakap. Di sore hari, lebih kurang jam 18. 00 seseorang wanita menelponku.
“Hallo dengan Ivan? ” nada merdu terdengar dari sana.
“Ya saya sendiri” jawabku.
Dan sebagainya dia mulai bertanya ciri-ciriku. Setelah itu, “Eh ngomong-ngomong, berapakah sih panjangnya anda miliki? ” tuturnya.
“Yah normal sajalah sekitaran 18 cm dengan diameter 6 cm. ” jawabku.
“Wah lumayan juga yach, lantas apakah jasa anda ini termasuk juga semua, ” lanjutnya.

“Apa saja yang anda perlukan, anda tentu senang dech.. ” jawabku. Serta yang agak mengagetkan yaitu kalau dia memohon kesediaanku untuk mengerjakannya dengan dilihat suaminya. Tetapi kurasa, wah ini pengalaman baru buatku.

Pada akhirnya dia memohonku untuk selekasnya datang di satu hotel “R” berbintang lima di lokasi Sudirman, tidak jauh dari kantorku. Saya mengira kalau pasangan ini tidaklah sembarang orang, yang dapat membayar tarif hotel semahal itu. Serta benar sangkaanku, satu president suite room sudah berada di hadapanku. Selekasnya kubunyikan bel dimuka kamarnya. Serta seseorang pria, dengan kenakan kimono, berumur tidak lebih dari 40 th. membukakan pintu untukku.

“Ivan? ” tuturnya.
“Ya saya Ivan, ” jawabku. Lantas ia menyimakku dari atas sampai bawah sebelumnya ia mempersilakan saya masuk kedalam. Tentu dia tidak mau sembarang orang menyentuh istrinya, fikirku.
“OK, masuklah” tuturnya. Kamar itu demikian luas serta gelap sekali. Saya melihat seputar, satu TV memiliki ukuran 52″ tengah memerlihatkan blue film.

Lantas saya melihat ke arah tempat tidur. Seseorang wanita yang kutaksir umurnya tidak lebih dari 30 th. berbaring diatas tempat tidur, tubuhnya dimasukkan kedalam bed cover tersenyum padaku sembari menjulurkan tangannya untuk menyalamiku. “Kamu tentu Ivan khan? Kenalkan saya Donna” tuturnya lembut.
Saya terpana memandangnya, rambutnya sebahu berwarna pirang, kulitnya mulus sekali, berwajah cantik, pokoknya perfect! Saya masih tetap terpana serta menahan liurku, saat dia berkata “Lho kok bingung sich”.
“Akh tidak.. ” kataku sembari membalas salamnya.

“Kamu mandi dahulu dech agar fresh, tuh di kamar mandi, ”
“Oke tunggulah yach sebentar, ” jawabku sembari mengambil langkah ke kamar mandi. Sesaat, suaminya cuma melihat dari sofa dikegelapan. Cepat-cepat kubersihkan tubuhku agar wangi. Serta selekasnya kemudian kukenakan celana pendek serta kaos.

Saya mengambil langkah keluar, “Yuk kita mulai, ” tuturnya.
Dengan sedikit gugup saya hampiri tempat tidurnya. Serta dengan bodohnya saya ajukan pertanyaan, “Boleh saya bebaskan bajuku? ”, dia tertawa kecil serta menjawab, “terserah kau saja.. ”.
Selekasnya kulepaskan bajuku, dia terbelalak melihatku dalam kondisi polos, “Ahk.. ehm.. ” serta selekasnya mengajakku masuk kedalam bed cover juga. “Kamu cantik sekali Donna” kataku lirih.

Saya tidak mengerti ada wanita secantik ini yang sempat kulihat serta suaminya memperbolehkan orang yang lain menjamahnya, ah.. begitu beruntungnya saya ini. “Ah anda mungkin, ” kata Donna.

Selekasnya saya masuk kedalam bed cover, kuteliti badannya satu persatu. Ke-2 bulatan payudaranya yang cukup besar serta berwarna putih tampak menggantung dengan indahnya, di antara keremangan saya masih tetap bisa lihat dengan begitu terang begitu indah ke-2 bongkah susunya yang terlihat demikian begitu montok serta kencang. Samar kulihat ke-2 puting mungilnya yang berwarna merah kecoklatan. “Yaa aammpuunn.. ” bisikku lirih tanpa ada sadar, “Ia betul-betul sempurna” kataku dalam hati.

“Van.. ” bisik Tante Donna di telingaku.
Saya melihat serta terjengah. Ya Ampuun, muka cantiknya itu demikian dekat sekali dengan wajahku. Hembusan nafasnya yang hangat hingga demikian merasa menimpa daguku. Kunikmati semua keindahan bidadari di depanku ini, dari mulai berwajah yang cantik menarik, lekak-lekuk badannya yang demikian seksi serta montok, bayangan bundar ke-2 buah payudaranya yang besar serta kencang dengan ke-2 putingnya yang lancip, perutnya yang ramping serta pantatnya yang bulat padat bak gadis remaja, pahanya yang seksi serta aah.., kubayangkan begitu indah bukit kemaluannya yang terlihat demikian menonjol dari balik bed cover. Hmm.., begitu enaknya kelak waktu batang kejantananku masuk liang kemaluannya yang sempit serta hangat, juga akan kutumpahkan sebanyak-banyaknya air maniku kedalam liang kemaluannya jadi bukti kejantananku.

“Van.. awalilah sayang.. ” bisik Tante Donna, membuyarkan fantasi seks-ku kepadanya. Sorotan ke-2 matanya yang sedikit sipit terlihat demikian sejuk dalam pandanganku, hidungnya yang putih membangir mendengus perlahan, serta bibirnya yang ranum kemerahan tampak basah 1/2 terbuka, duh cantiknya. Kukecup lembut bibir Tante Donna yang 1/2 terbuka. Demikian merasa hangat serta lunak. Kupejamkan ke-2 mataku nikmati kelembutan bibir hangatnya, merasa manis.

Sepanjang lebih kurang 10 detik saya mengulum bibirnya, meresapi semua kehangatan serta kelembutannya. Kuraih badan Tante Donna yang masih tetap ada dihadapanku serta kubawa kembali kedalam pelukanku.
“Apa yang bisa kau kerjakan untukku Van.. ” bisiknya lirih 1/2 terlihat malu.
Ke-2 tanganku yang memeluk pinggangnya erat, merasa sedikit gemetar memendam sejuta rasa. Serta tanpa ada merasa jemari ke-2 tanganku sudah ada diatas pantatnya yang bulat. Mekal serta padat. Lantas perlahan-lahan kuusap mesra sembari kuberbisik, “Tante tentu tahu apa yang juga akan Ivan kerjakan.. Ivan juga akan puaskan Tante sayang.. ” bisikku perlahan. Jiwaku sudah terlanda nafsu.

Kuelus-elus semua badannya, akhh.. mulus sekali, dengan sedikit gemas kuremas gemas ke-2 belah pantatnya yang merasa kenyal padat dari balik bed cover. “Oouuhh.. ” Tante Donna mengeluh lirih.
Bagaimanapun juga anehnya saya waktu itu masih tetap dapat menahan diri tidak untuk berlaku over atau kasar terhadapnya, walaupun nafsu seks-ku waktu itu merasa telah diubun-ubun tetapi saya menginginkan sekali memberi kelembutan serta kemesraan padanya. Lantas dengan gemas saya kembali melumat bibirnya. Kusedot serta kukulum bibir hangatnya dengan bertukaran dengan mesra atas serta bawah. Kecapan-kecapan kecil terdengar demikian indah, seindah cumbuanku pada bibir Tante Donna. Ke-2 jemari tanganku masih tetap mengusap-usap sambil kadang-kadang meremas perlahan ke-2 belah pantatnya yang bulat pada serta kenyal.

Bibirnya yang merasa hangat serta lunak berkali-kali memagut bibirku samping bawah serta saya membalasnya dengan memagut bibirnya yang samping atas. ooh.., merasa demikian enaknya. Dengusan perlahan nafasnya beradu dengan dengusan nafasku serta berkali-kali juga hidungnya yang kecil membangir beradu mesra dengan hidungku. Kurasakan ke-2 lengan Tante Donna sudah memutari leherku serta jemari tangannya kurasakan menyeka mesra rambut kepalaku.

Batang kejantananku merasa makin besar terlebih karna tempat badan kami yang sama-sama berpelukan erat buat batang kejantananku yang menonjol dari balik celanaku itu terjepit serta melekat keras di perut Tante Donna yang empuk, sesaat lalu kulepaskan pagutan bibirku pada bibir Tante Donna.

Berwajah yang cantik tersenyum manis padaku, kuturunkan wajahku sembari selalu menjulurkan lidah di permukaan perutnya selalu turun serta hingga di daerah yang paling kusukai, wangi sekali baunya. Tidak butuh sangsi.
“Ohh apa yang juga akan kau kerjakan.. akh.. ” tanyanya sembari pejamkan mata menahan kesenangan yang dirasakannya. Sebagian waktu lalu tangan itu jadi mendorong kepalaku makin bawah serta.., “Nyam-nyam.. ” sangat nikmat kemaluan Tante Donna. Oh, bukit kecil yang berwarna merah merangsang birahiku.

 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/10/cerita-sex-dewasa-begitu-nikmatnya_40.html

Kusibakkan ke-2 bibir kemaluannya serta, “Creep.. ” ujung hidungku kupaksakan masuk kedalam celah kemaluan yang telah sejak dari barusan becek itu.
“Aaahh.. anda nakaal, ” jeritnya cukup keras. Selalu jelas kemaluannya yaitu terindah yang sempat kucicipi, bibir kemaluannya yang merah merekah dengan bentuk yang gemuk serta lebar itu membuatku makin bernafsu saja. Bergiliran kutarik kecil ke-2 belah bibir kemaluan itu dengan mulutku. “Ooohh lidahmu.. ooh enaknya Ivan.. ” lirih Tante Donna.

Sesaat saya asik nikmati bibir kemaluannya, ia selalu mendesah rasakan kegelian, persis seseorang gadis perawan yang baru rasakan sex untuk pertama kalinya, kasihan wanita ini serta begitu bodohnya suaminya yang cuma memandangku dari kegelapan.

“Aahh.. sayang.. Tante sukai yang itu yaahh.. sedoot sekali lagi dong sayang oogghh, ” ia mulai banyak memakai kata sayang untuk menyebutku. Satu panggilan yang kelihatannya sangat mesra untuk step awal ini.
Lima menit lalu.. “Sayang.. Saya menginginkan cicipi miliki anda juga, ” tuturnya seperti memohonku hentikan tarian lidah diatas kemaluannya.

“Ahh.. baiklah Tante, saat ini giliran Tante, ” lanjutku lalu berdiri mengangkang diatas berwajah yang masih tetap berbaring. Tangannya segera mencapai batang kemaluan besarku serta dalam waktu relatif cepat terperanjat mengerti ukurannya yang jauh diatas rata-rata.
“Okh Van.. indah sekali punyamu ini.. ” tuturnya padaku, lidahnya segera menjulur kearah kepala kemaluanku yang telah sejak dari barusan tegang serta sangat keras itu.

“Mungkin ini tidak juga akan cukup bila masuk di.. aah mm.. nggmm, ” belum juga kalimat isengnya keluar saya telah menghunjamkan burungku kearah mulutnya serta, “Croop.. ” segera penuhi rongganya yang mungil itu. Matanya menatapku dengan pandangan lucu, sesaat saya tengah meringis rasakan kegelian yang malah makin buat senjataku tegang serta keras.

“Aduuh enaak.. oohh nikmatnya Tante oohh.. ” sesaat ia selalu menyedot serta mengocok batang kemaluanku keluar masuk mulutnya yang saat ini terlihat makin sesak. Tangan kananku mencapai payudara besarnya yang menggelayut bergoyang ke sana kemari sambil tangan samping kiriku berikan rabaan di punggungnya yang halus itu. Kadang-kadang ia menggigit kecil kepala kemaluanku dalam mulutnya, “Mm.. hmm.. ” cuma itu yang keluar dari mulutnya, bersamaan telapak tanganku yang meremas keras daging empuk di dadanya.

“Crop.. ” ia keluarkan kemaluanku dari mulutnya. Saya segera menyergap pinggulnya serta bebrapa sekali lagi daerah selangkangan dengan bukit berbulu itu kuserbu serta kusedot cairan mani yang kelihatannya telah membanjir di bibir kemaluannya.

“Aoouuhh.. Tante tidak tahan sekali lagi sayang ampuun.. Vann.. hh masukin saat ini juga, ayoo.. ” pintanya sembari memegang pantatku. Selekasnya kuarahkan kemaluanku ke selangkangannya yang tersibak diantara pinggangku meletakkan tempat liang kemaluannya yang terbuka lebar, perlahan sekali kutempelkan di bibir kemaluannya serta mendorongnya perlahan-lahan, “Ngg.. aa.. aa.. aa.. ii.. oohh masuuk.. aduuh besar sekali sayang, oohh.. ” ia merintih, berwajah memucat seperti orang yang terluka irislah.

Saya tahu bila itu yaitu reaksi dari bibir kemaluannya yang sangat rapat untuk ukuran burungku. Serta Tante Donna adalah wanita yang beberapa kalinya menyebutkan hal yang sama. Tetapi jujur saja, ia yaitu wanita 1/2 baya paling cantik serta terseksi dari semuanya wanita yang sempat kutiduri. Buah dadanya yang membusung besar itu segera kuhujani dengan kecupan-kecupan pada ke-2 putingnya dengan bergiliran, kadang-kadang saya juga berupaya menyeimbangi pergerakan turun naiknya di atas pinggangku lewat cara mengangkat-angkat serta memiringkan pinggul sampai membuatnya makin bernafsu, namun masih tetap melindungi ketahananku dengan menghunjamkan kemaluanku pada tiap-tiap hitungan ke-5.

Tangannya menekan-nekan kepalaku kearah buah dadanya yang tersedot keras sesaat burungku selalu keluar masuk makin lancar dalam liang senggamanya yang telah merasa banjir serta sangat becek itu. Puting susunya yang nyatanya adalah titik enaknya kugigit kecil sampai wanita itu berteriak kecil merintih menahan rasa nikmat begitu hebat, untung saja kamar tidur itu terdapat di lantai dua yang cukup jauh untuk mendengar teriakan-teriakan kami berdua. Senang memainkan ke-2 buah dadanya, ke-2 tanganku mencapai kepalanya serta menariknya kearah wajahku, hingga disitu mulut kami beradu, kami sama-sama memainkan lidah dalam rongga mulut dengan bergiliran. Kemudian lidahku menyebar liar di pipinya naik kearah kelopak matanya melumuri semua muka cantik itu, serta menggigit daun telinganya. Genjotan pinggulnya makin keras menghantam pangkal pahaku, burungku makin merasa mengenai basic liang senggama.

“Ooohh.. aa.. aahh.. aahh.. mmhh gelii oohh nikmatnya, Vann.. ooh, ” desah Tante Donna.

“Yaahh enaak juga Tante.. oohh rasa-rasanya sangat nikmat, yaahh.. genjot yang keras Tante, sangat nikmat begini, oohh enaakk.. oohh Tante oohh.. ” kata-kataku yang polos itu keluar demikian saja tanpa ada kendali. Tanganku yang barusan ada diatas saat ini berpindah meremas bongkahan pantatnya yang bahenol itu. Tiap-tiap ia menghimpit ke bawah serta menghempaskan kemaluannya tertusuk burungku, dengan automatis tanganku meremas keras bongkahan pantatnya. Dengan refleks juga kemaluannya menjepit serta berdenyut seperti menyedot batang kejantananku.

keluarin dahulu.. ” Namun percuma saja, badan Tante Donna menegang kaku, tangannya mencengkeram erat di pundakku, dadanya menjauh dari wajahku sampai ke-2 telapak tanganku makin leluasa memberi remasan pada buah dadanya. Saya sadar sulitnya menahan orgasme itu, sampai saya meremas keras payudaranya untuk mengoptimalkan kesenangan orgasme itu kepadanya. “Ooo.. ngg.. aahh.. sayang sayang.. sayang.. ooh enaak.. Tante kelauaar.. oohh.. oohh.. ” teriaknya panjang akhiri sesi permainan itu. Saya rasakan jepitan kemaluannya di sekitar burungku mengeras serta merasa mencengkeram erat sekali, desiran zat cair kental merasa menyemprot enam kali didalam liang kemaluannya hingga sekitaran sepuluh detik lalu ia mulai lemas dalam pelukanku.

Disamping itu semakin kupercepat pergerakanku, semakin terdengar dengan terang nada gesekan pada kemaluan saya dengan kemaluannya yang sudah dibasahi oleh cairan dari kemaluan Tante Donna. “Aaakhh.. enakk! ” desah Tante Donna sedikit teriak.
“Tante.. saya ingin keluar nich.. eesshh.. ” desahku pada Tante Donna.
“Keluarkanlah sayang.. eesshh.. ” jawabnya sembari mendesah.
“Uuugghh.. aaggh.. eenak Tante.. ” teriakku agak keras dengan bersamaannya spermaku yang keluar serta menyembur didalam kemaluan Tante Donna.

“Hemm.. hemm.. ” nada itu cukup mengagetkanku. Nyatanya suaminya yang sejak dari barusan cuma melihat saat ini sudah bangkit serta melepas kimononya. “Sekarang giliranku, terima kasih kau sudah membangkitkanku kau bisa meninggalkan kami saat ini, ” tuturnya seraya memberi segepok uang padaku.

Saya selekasnya menggunakan bajuku, serta mengambil langkah keluar. Tante Donna mengantarkanku kepintu sembari sambil menghadiahkanku satu kecupan kecil, tuturnya “Terima kasih yach.. saat ini giliran suamiku, karna ia perlu lihat permainanku dengan orang yang lain sebelumnya ia mengerjakannya. ”
“Terima kasih kembali, bila Tante perlu saya sekali lagi hubungi saya saja, ” jawabku sembari membalas kecupannya serta mengambil langkah keluar.

“Akh.. begitu beruntungnya saya bisa ‘order’ melayani wanita seperti Tante Donna, ” fikirku senang. Nyatanya ada pula suami yang ikhlas mengorbankan istrinya untuk digauli orang yang lain untuk penuhi keinginannya.
AGEN BANDARQ | BANDAR Q | AGEN DOMINO TERPERCAYA | AGEN ADUQ | BANDAR SAKONG| AGEN CAPSA ONLINE

 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/10/cerita-sex-dewasa-begitu-nikmatnya_40.html

Agen Poker Terpercaya & Tanpa Robot ( 100% Member Vs Member )
Tersedia Games : Poker Online, Domino 99, BandarQ, Bandar Poker, Adu Q, Capsa Susun, Dan Sakong

Cukup 1 ID Sudah Dapat Memainkan 7 Games
Untuk DAFTAR silahkan klik link ini :

HOT PROMO !!!
* PROMO BONUS TURNOVER 0.5%
* PROMO BONUS REFERAL 20%
* MINIMAL DEPOSIT RP 20.000

Info Lebih Lanjut Hub:
* Website : WWW.HITSDOMINO.ORG
* Pin BBM : D86DAFAF
* Yahoo : hitsdomino@yahoo.com

* baca juga artikelnya : http://ceritasexdewasa168.blogspot.com
* baca juga artikelnya : http://www.webpokermas.blogspot.com
* baca juga artikelnya : http://hiburandewasa88.blogspot.com
 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/10/cerita-sex-dewasa-begitu-nikmatnya_50.html

ini berlangsung saat saya mengetahui seseorang sosok mitra kerja yang memiliki anak yang begitu cantik serta sexsi.

Tidak tau ceritanya hingga saya dapat meniduri anak dari rekan kerjaku. Walau sebenarnya saya telah miliki seseorang istri, namun keuntunganku juga ya dapet gadis cantik serta perawan sekali lagi. Narasi seks ini tidak juga akan sempat kulupa hingga kapanpun. segera saja deh ini ceritanya. Pak Wijaya yaitu seseorang entrepreneur yang kaya raya di daerahnya. Usianya relatif muda, 46 th., bila di banding dengan kesuksesannya. Kesuksesannya terkecuali dikarenakan oleh perasaan bisnisnya yang handal dan keuletannya juga karna kehebatannya merajut hubungan dengan bebrapa ayah petinggi yang memegang peranan kunci untuk sebagian projectnya. Memanglah bisnisnya yaitu jadi kontraktor untuk sebagian project pemerintah

Petinggi paling perlu di lembaga berkaitan yang paling punya pengaruh pada keberhasilan atau kegagalan bisnisnya yaitu Pak Heru. Ia senantiasa berupaya mendekati Pak Heru, tetapi selama ini Pak Heru, walaupun baik padanya, tetapi berlaku 'menunggang banyak kuda'. Keunggulan Pak Wijaya dalam soal melobi Pak Heru yaitu usianya lebih kurang sama serta hoby mereka keduanya sama suka wanita. Seringkali mereka pergi bersama ke klab-klab malam eksklusif atau bermalam di hotel-hotel berbintang lima. Jadi entrepreneur yang licin dalam soal melobi, Pak Wijaya juga men-servis beberapa hal menyangkut kehidupan pribadi Pak Heru, dari mulai mencarikan sopir pribadi, membiayai instalasi car audio anak sulungnya, hingga (sudah pasti) dalam soal cewek. Ia sudah memahami tentang type cewek-cewek high-class kegemaran Pak Heru. Bukan sekedar cewek dalam negeri saja yang sempat disuguhi, tetapi juga cewek-cewek impor dari beragam negara. Pak Heru sendiri sesungguhnya sudah berumah tangga sepanjang dua puluh tahunan lebih. Tetapi basic bandot tua, istrinya yang telah stw serta keluarganya tidak sangat diperhatikannya.

Walau berhasil jadi entrepreneur, tetapi kehidupan rumah tangga Pak Wijaya tidak sesukses bisnisnya. Ia menikah dalam umur yang relatif muda, 22 th., tetapi cuma bertahan 2 th. saja. Kemudian kawin cerai sekian kali serta saat ini ia hidup menduda dalam lima th. paling akhir ini. Selain kawin cerai ia juga merajut banyak affair dengan beberapa wanita. Yang unik yaitu satu tahun lebih lalu ia kembali merajut affair dengan sisa istri pertamanya walau ketika itu ia tengah memiliki seseorang istri sah.

Dari hasil affair dengan istri pertamanya itu,
ia memiliki seseorang anak wanita yang bernama Meliany atau bila dirumah umum di panggil A-mei. Umur A-mei saat ini 19 th. serta sudah jadi seseorang gadis dewasa. Kulitnya yang putih serta berwajah yang cantik mengundang daya tarik yang tinggi pada beberapa cowok. Ia tengah duduk kuliah th. pertama. Di universitas, ia termasuk juga cewek beken. Bahkan juga pada saat tujuan studi, baru sekian hari masuk saja, ia sudah jadi bahan perbincangan terlebih di antara beberapa cowok. Maklumlah karna selain cakep serta memiliki daya tarik tinggi, orangnya juga easy-going. Ditambah sekali lagi anak seseorang entrepreneur kaya.

Karna sangat repot dengan bisnisnya, Pak Wijaya tidak sering sekali menyempatkan diri dengan putrinya. Serta jadi kompensasinya ia begitu terlalu berlebih dalam memberi beberapa hal material padanya. Mengakibatkan A-mei tumbuh jadi cewek yang agak cuek serta sukai seenaknya sendiri. Bahkan juga omongan papanya juga tidak digubrisnya. Jadi sering malah papanya yang takut dengannya. Tersebut karena karna sangat dimanja tetapi kurang perhatian.

Disuatu hari, berlangsung hujan badai yang mengakibatkan banjir besar di banyak tempat didalam kota. Mengakibatkan petang itu, sepulang dari kunjungan kerja di daerah, Pak Heru tertahan 2 jam di bandara karna sopirnya tidak dapat menuju ke sana. Pada akhirnya ia menelpon Pak Wijaya serta mengharapkan supaya Pak Wijaya dapat membereskan ketidaknyamanan yang berlangsung pada dianya waktu itu. Memanglah sebelum-sebelumnya Pak Wijaya senantiasa dapat membereskan beberapa hal yg tidak mengasyikkan begini. Tetapi malam itu kelihatannya ia menjumpai jalan buntu, karna tak ada kamar hotel yang ideal yang masih tetap kosong. Pada akhirnya, Pak Wijaya tawarkan untuk bermalam di tempat tinggalnya yang besar serta elegan. Kebetulan tempat tempat tinggalnya tidaklah terlalu jauh dari bandara.

Sesungguhnya bila tidak sangat terpaksa ia tidaklah terlalu sukai mengundang Pak Heru bermalam di tempat tinggalnya, terlebih karna ada puterinya yang sudah memijak usia dewasa itu. Ia tidak mau mendekatkan putrinya ke lingkungan usaha yg tidak bersih terlebih dengan Pak Heru yang suka main wanita itu. Tetapi kesempatan ini ia tidak miliki alternatif lain. Terlebih di waktu begini di mana tengah ada sistem tender satu project besar, yang bila goal akan memberi keuntungan finansial yang jauh semakin besar di banding sebagian project terlebih dulu. Dalam keadaan seperti saat ini, pasti yaitu satu aksi bunuh diri bila ia tidak membantu Pak Heru sewaktu dalam kesusahan. Terlebih dulu Pak Heru sempat berjumpa dengan A-mei 2 x. Tetapi dalam situasi yang sebatas basa-basi ditempat yang beberapa orang serta itu juga hanya sesaat.

Sesudah perjalanan kurang lebih satu jam, sampailah Pak Heru dirumah Pak Wijaya. Setelah mandi serta menyimpan kopor didalam kamar yang juga akan ditempati malam itu, mereka berdua makan malam dengan. Setelah makan malam, berlangsung insiden kecil yakni saat Pak Heru yang juga akan menuju ke kamar mandi dengan kebetulan berpapasan dengan A-mei yang baru keluar dari kamarnya. Lihat A-mei saat itu juga muka Pak Wijaya jadi merah padam, karna waktu itu A-mei kenakan daster tempat tinggal berbahan yang agak tidak tebal tanpa ada menggunakan bra. Terlihat terang benjolan ke-2 putingnya dibalik daster yang tidak tebal itu. Tetapi oleh karna telah terlanjur, harus dikenalkannya A-mei pada Pak Heru. Dengan seakan-akan seperti tidak berlangsung apa-apa diajaknya bicara gadis muda itu. Pasti sembari matanya tidak menyia-nyiakan panorama indah di depannya itu.

Pak Wijaya cuma bisa tersenyum kecut saja dengan peristiwa itu. Dalam hati ia agak berang dengan A-mei. Walau sebenarnya terlebih dulu, ia sudah memberitahukan tentang kehadiran Pak Heru. Jadi ia menyarankan agar tambah baik tidak keluar dari kamarnya. Serta saat ini dapat dibuktikan bila omongannya tidak digubrisnya.

Mulai sejak hadirnya A-mei, Pak Heru jadi bergairah, matanya berbinar-binar lihat kecantikan serta kebeliaan A-mei, dan daya tarik femininnya keseluruhannya. Daster hijau muda yang dipakai A-mei benar-benar sangat pas dipakainya serta cocok dengan kulitnya yang putih, buat dianya terlihat cantik menarik. Ukuran payudara A-mei termasuk juga kecil, bisa disebut dadanya termasuk juga 'rata'. Mungkin saja itu penyebabnya bila dirumah ia terkadang sukai tidak menggunakan bra. Walau payudaranya kecil tetapi putingnya cukup menonjol, hingga terlihat jelaslah benjolan ke-2 puting payudaranya dibalik sebatas kain daster yang tidak tebal. Serta sewaktu membelakanginya, dibawah rambutnya yang sebahu, terlihat terang tak ada tali bra atau kaus dalaman di punggungnya. Yang tampak menerawang malah celana dalam dibalik dasternya yang tampak karna ketidaksamaan warna dengan kulitnya. Pasti hal semacam ini semuanya tidak terlepas dari pandangan Pak Heru.

Sesaat Pak Wijaya waktu itu terasa tidak nyaman serta serba salah dengan hadirnya A-mei di dekat mereka. Ia paham benar kegemaran Pak Heru yaitu beberapa type cewek oriental seperti A-mei begini. Sudah cukup banyak cewek-cewek seumuran putrinya yang disuguhi ke Pak Heru untuk kelancaran projectnya. Saat ini kelihatannya ia terkena batunya karna tentunya waktu itu Pak Heru jadi terangsang pada putrinya! Tetapi ia tidak dapat melakukan perbuatan apa-apa karna benar-benar tidak sopan bila ia berlaku sangat intrusif terlebih dimuka tamu perlunya. Selang beberapa saat A-mei balik masuk ke kamarnya sekali lagi hingga hatinya agak lega karna lepas dari situasi yang serba salah itu.

Sesungguhnya, akhir-akhir ini diam-diam Pak Wijaya juga seringkali terasa terangsang oleh putrinya, pada langkah berpakaiannya, sikapnya, serta daya tarik seksualnya. Terlebih bila putrinya itu sekali lagi menginginkan memperoleh suatu hal serta berlaku manja pada dianya dengan memegang tangannya serta mendekatkan badannya ke dianya. Ia rasakan harumnya aroma badan dan hangatnya badan gadis yang sudah tumbuh jadi dewasa itu. Serta seringkali ia lihat payudara putrinya dibalik pakaiannya yang tidak tebal atau disaat putrinya tengah menunduk disaat menggunakan kaus longgar dengan belahan dada rendah. Ia tidak terasa bersalah juga akan hal semacam ini sepanjang ia tidak melakukan perbuatan tidak pantas pada putrinya. Menurut dia itu yaitu lumrah karna putrinya memiliki daya tarik seksual yang tinggi.

Serta rasa tidak bersalahnya itu jadi semakin kuat sesudah pada akhirnya ia mengerti bila A-mei sesungguhnya bukanlah anak kandungnya. Memanglah istrinya dahulu seringkali melakukan perbuatan affair dengan adanya banyak lelaki terkecuali dianya. Ketahui bila Pak Wijaya begitu mengidamkan anak serta waktu itu yaitu orang yang dapat memberi uang paling banyak pada dianya, jadi dikaranglah narasi kalau bayi yang dikandungnya itu yaitu anaknya. Hingga sampai kini Pak Wijaya dengan regular senantiasa membiayai biaya hidup mereka. Hal tersebut berlangsung hingga pada akhirnya bekas istrinya sendiri yang mengungkapkan rahasia itu. Sejak berhasil menggaet serta jadi peliharaan orang kaya dari Hongkong yang tambah lebih kaya dari Pak Wijaya, bekas istrinya itu tidak terasa butuh melindungi hubungan dengannya. Pada akhirnya saat berlangsung satu pertikaian mulut yang bertambah jadi begitu emosional, tanpa ada bisa dihindari sekali lagi keluarlah pernyataan yang sesungguhnya dari bekas istrinya. 

Mulai sejak satu tahun lebih paling akhir ini sesungguhnya ia mulai berprasangka buruk. Karna makin dewasa A-mei, makin jauh kemiripannya dengan dianya. Serta kecurigaannya itu selanjutnya dapat dibuktikan. Tetapi saat ini umum luas sudah terlanjur berasumsi kalau A-mei yaitu putrinya. Untuk melindungi reputasinya dengan tidak buat berita skandal baru, jadi ia mengambil keputusan untuk tetaplah mengaku A-mei jadi anak serta membiayai semua kebutuhannya. Tetapi ia makin kurang menyempatkan diri dengan A-mei serta tidaklah terlalu mengurusin kehidupan pribadinya. 

Insiden malam itu malah nyatanya menimbulkan satu inspirasi brilyan didalam benak Pak Wijaya. Jika inspirasi ini digerakkan pada peristiwa yang cocok, ia dapat memperoleh keuntungan ganda, yakni memperoleh keuntungan finansial yang besar sekalian membalas dendam pada penipuan yang dikerjakan pada dianya sepanjang bertahun-tahun. Langkahnya yakni dengan mengumpankan A-mei dengan halus serta diam-diam pada Pak Heru, kroninya itu! Jika sudah 'memakan' A-mei, pasti Pak Heru jadi tidak enak hati terhadapnya, hingga besar peluang ia memperoleh sebagian project besar selanjutnya. Sesaat dengan statusnya jadi ayahnya, pasti tak ada seseorang juga yang juga akan menganggap kalau ia yaitu Master Planner dari gagasan busuk itu. Bahkan juga akan tidak ada orang yang tahu karna hal tersebut juga akan ditata berlangsung didalam tempat tinggalnya. 

Sejak malam itu, sudah sekian kali Pak Heru singgah ke tempat tinggal Pak Wijaya atas undangannya nikmati masakan bikinan Mbok Yem yang rasa-rasanya sangat cocok dengan lidah Jawa seperti Pak Heru. Saat ini A-mei jadi makin kenal dekat dengan Pak Heru. Terlebih dalam sebagian peluang, Pak Wijaya berniat menarik diri hingga terdapat beberapa peluang mereka untuk sama-sama terlibat percakapan sendiri. 

Weekend itu, Pak Heru kembali datang ke tempat tinggal karna diundang makan malam oleh Pak Wijaya. Waktu Pak Heru tengah duduk terlibat percakapan dengan Pak Wijaya, ia lihat A-mei yang baru keluar dari kamarnya. Ia kenakan kaus tank-top ketat warna pink dengan belahan dada rendah dan celana sport putih yang, yah, betul-betul pendek. Lekukan sisi atas payudaranya terlihat terang terbuka sesaat payudaranya yang kecil namun sexy terbungkus oleh bra di balik kaus tank-top nya yang terlihat menonjol. Ia menggunakan bra berwarna biru tua, tampak dari tali bra di bahunya. Kontras sekali dengan kulitnya yang putih. Sesaat celana pendeknya menghadirkan beberapa besar pahanya yang putih mulus.

" Oom Heru hari ini bermalam di sini sekali lagi ya " Sebentar ya Oom, A-mei ingin pakai treadmill yang berada di kamar yang kelak Oom pakai. Oom masih tetap ingin bercakap sama Papi serta tidak cepat-cepat ingin masuk kamar khan? " 
" Ini anak, bukannya berolahraga dahulu dari barusan. Khan Papi barusan telah katakan jika Oom Heru ingin datang hari ini. Jadi masalah untuk orang yang menginginkan istirahat saja. " 
" Ooh, tidak apa-apa kok. A-mei pakai saja treadmill-nya dahulu. Oom belum juga ingin masuk ke kamar kok, " kata Pak Heru dengan mata berbinar-binar. 
" Papi bagaimana sich. Tuch, Oom Heru saja tidak keberatan kok. " 
" Ya telah, bila ingin berolahraga buruan sana. " 
" Bila gitu kita bercakap dahulu saja. Kelak kita makannya keduanya sama, tunggulah A-mei usai berolahraga. Terlebih umumnya habis berolahraga khan jadi lapar. " 
" Iya, benar Oom. Ya telah A-mei berolahraga dahulu ya, " tuturnya sembari membalikkan tubuh. Terlihat pantatnya menonjol di balik celana putihnya yang super mini itu. 
Sesaat A-mei olahraga, ke-2 pria 1/2 baya itu ngomong ngalor-ngidul, dari mulai sebagian projectnya, problem mobil, uang, hingga, sudah pasti, problem cewek. 
1/2 jam lalu, A-mei sudah usai olahraga. Pakaiannya basah menempel ke badannya yang penuh dengan keringat. Mukanya kemerahan. Dadanya naik turun karna napasnya terengah-engah. 
" Wah, dari barusan bercakap selalu, ngobrolin apaan sich? Kok sepertinya asik banget. " 
" Papi ngomongin usaha sama Oom Heru. Mari, anda mandi dahulu, kelak kita makan dengan. " 
" Wah, habis berolahraga tidak bisa segera mandi. A-mei ikut-ikutan bercakap bentar ya. Agar ngerti usaha juga, " kata A-mei sembari duduk di samping Pak Wijaya. 
Sesaat mereka terlibat percakapan, Pak Heru makin berbinar-binar memandangi muka cantik serta badan indah A-mei yang basah oleh keringat itu. 
Hingga selang beberapa saat, pada akhirnya A-mei meninggalkan mereka untuk mandi. 
CAPSA SUSUN ONLINE TERPERCAYA 
Petang itu, mereka makan dengan. Waktu itu A-mei menggunakan baju rumahan dari kain yang halus serta tidak tebal yang terbagi dalam baju atasan serta rok dengan corak yang sama. Kesempatan ini pasti ia menggunakan bra. Sesudah bercakap sebagian waktu, pada akhirnya Pak Wijaya mohon diri. 
" Wah, sorry nih, friend, gua istirahat dahulu ya. Kepala gua rada pusing nih. Ngobrolnya diterusin saja dahulu. A-mei, kelak jika telah usai, suruh Mbok Yem beresin meja makan ya. Oom Heru yaitu tamu kita malam hari ini, jika dia butuh apa-apa, anda bantu juga. Papi ingin masuk kamar dahulu. " 
" Yah, Papi. Walau sebenarnya ngobrolnya sekali lagi seru-serunya nih. " 
" Kepala Papi sekali lagi kumat peningnya. Ya telah anda bercakap dahulu saja sama Oom Heru. Namun kelak tidurnya janganlah sangat malam ya. " 
Malam itu, Pak Heru tiduran di kamarnya. Fikirannya dipenuhi oleh A-mei beberapa hingga penisnya menegang dengan keras. Yah, waktu itu ia tengah terangsang hebat oleh A-mei. Terlebih sesudah ia terlibat percakapan berduaan denganya. 
Sejak Pak Heru seringkali datang ke tempat tinggal, A-mei jadi makin akrab dengannya. Akrab bukanlah dalam makna cinta tetapi lebih jadi profil seseorang bapak atau kakak lelaki yang sampai kini begitu kurang diperoleh dari ayahnya sendiri. Baginya, Pak Heru yaitu orang yang dapat diakui, memiliki pengalaman banyak, mengasyikkan serta enak di ajak bicara. Saat ini ia makin akrab sehinga seringkali mengulas hubungan dengan cowoknya padanya serta saat ini sentuhan-sentuhan fisik kecil sewaktu mereka berdua berhubungan telah bukanlah hal yang aneh sekali lagi. 


Tetapi untuk Pak Heru, hal tersebut pasti disimpulkan berlainan, karna fikirannya (seperti biasanya cowok) lebih bertujuan ke sex. Sering fikirannya bercabang, pada rasa tertarik pada rekannya serta putrinya dengan keinginan seksual pada putri rekannya itu. Hal tersebut membuatnya semakin terobsesi pada A-mei. Tetapi, telah pasti ia tidak dapat menyebutkan selalu jelas pada Pak Wijaya. Meskipun sampai kini Pak Wijaya senantiasa penuhi hasratnya, tetapi pasti ia akan tidak mengorbankan kehormatan putrinya sendiri. Pikirkan kecilnya peluang karenanya, ia jadi makin terobsesi untuk memperolehnya. 

Untuk menyingkirkan keruhnya fikirannya itu, ia keluar dari kamarnya untuk jalan-jalan. Waktu itu semua ruang telah gelap. Lampu kamar Pak Wijaya juga telah gelap. Tetapi kamar A-mei masih tetap jelas serta terdengar nada musik dari dalam. Berlangsung pergolakan batin pada dianya sebelumnya pada akhirnya setan dipikirannyalah yang menang. Mumpung lampu kamarnya masih tetap menyala, fikirnya, bila tidak saat ini kapan sekali lagi. Ia mengetuk pintu kamar A-mei. Tidak lama, A-mei buka pintunya. Ia masih tetap menggunakan baju yang sama, tetapi ia tidak menggunakan bra. 
  
" A-mei, sorry ya. A-mei belum juga tidur khan. Oom ingin minta tolong, bagaimana ya langkah jalanin treadmill. Besok pagi-pagi Oom ingin berolahraga juga, " tuturnya dibuat-buat. 
" Ooh, mudah, Oom. Tinggal dinyalain saja tombol powernya, lantas timer serta kecepatannya di-set. " 
" Nah, itu yang Oom tidak gitu memahami. A-mei dapat tolong tunjukin sebentar. " 
" OK, Oom. Tidak problem. " 

" Nah, gini nih, Oom. Langkah pakainya. " 
(Disamping itu terdengar nada pintu kamar yang tertutup dengan automatis) 
" Wah, terima kasih deh. Untung ada A-mei yang ngajarin. Oom mohon maaf ya ngeganggu A-mei malem-malem. " 
" Ah, tidak apa-apa kok Oom. A-mei juga masih tetap belum juga tidur. " 
" Umum A-mei tidur jam berapakah? " 
" Tidak pasti Oom. Umumnya pada jam 12 atau jam 1. Terkadang A-mei minta Mbok Yem mijitin. Jika habis dipijitin gitu, tubuh jadi enak, jadi A-mei tidur lebih cepat. " 
" Jadi malam hari ini tidur agak malam karna tidak dipijit Mbok Yem? " 
" Tidak juga, Oom. Soalnya A-mei masih tetap ngecek e-mail sembari dengarkan musik. Barusan sesungguhnya memanglah A-mei pengin minta Mbok Yem pijitin. Namun A-mei lupa katakan barusan, dikarenakan keasyikan bercakap. Jadi Mbok Yem Keburu tidur. " 
" Wah, Oom jadi tidak enak nih. Dikarenakan bercakap sama Oom, A-mei jadi tidak dapat dipijitin sama Mbok Yem. Jadi gantinya, bagaimana bila saat ini Oom yang mijitin A-mei? " 
" Wah, tidak dapat Oom. " 
" Lho, mengapa? " 
" Soalnya.. soalnya, umumnya jika dipijitin Mbok Yem, A-mei tidak pakai baju, " tuturnya sembari tertunduk malu. 
" Lho ya pakaiannya tidak butuh di buka dong, " tuturnya sembari memegang rambut A-mei. 
" Oom hanya ingin pijitin tangan serta punggung anda sebentar saja kok. Soalnya Oom terasa tidak enak, dikarenakan bercakap sama Oom, anda jadi tidak dapat dipijitin Mbok Yem. Hanya sebentar saja kok. Hitung-hitung, nebus kekeliruan Oom barusan. Jika kelak ingin udahan, katakan saja telah cukup gitu. OK? Oom tidak miliki fikiran jahat sama A-mei kok. Apa bebrapa janganlah A-mei takut bila sama Oom.? " 
" Bukanlah gitu Oom. A-mei bukannya takut Oom miliki fikiran jahat. Namun A-mei tidak mau ngerepotin Oom. " 
" Ah, tidak kok. Oom tidak terasa direpotin. Ayuk, anda duduk saja disini, " tuturnya sembari segera mendorong A-mei agar duduk di ranjang. 

Sesudah A-mei duduk di pinggir ranjang, awalilah ke-2 tangan Pak Heru meremas-remas dengan lembut ke-2 bahu A-mei dari belakang. Ia duduk di samping belakang A-mei, sesaat ke-2 tangannya selalu meremas-remas bahunya. Paha A-mei semakin tampak karna rok-nya semakin terangkat naik karna duduk. Terciumlah aroma yang harum semerbak dari rambut serta badan A-mei. Didalam hati, Pak Heru mengatakan mantera jampi-jampi yang didapat dari dukunnya yang dipercayai ampuh untuk mengalahkan hati wanita. 

 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/10/cerita-sex-dewasa-begitu-nikmatnya_50.html

Awal mula A-mei agak tegang tetapi semakin lama semakin terasa santai. Ditambah sekali lagi situasi lampu kamar yang agak redup. Hingga ia pejamkan mata rasakan pijitan Oom Heru. Ketahui dari body language A-mei yang makin santai, tangan Pak Heru mulai berpindah-pindah, dari bahu ke pundak serta bergerak sekali lagi ke punggung hingga semua sisi punggung A-mei sudah habis dijelajahinya. Jadi ke-2 tangannya pernah masuk ke balik pakaiannya, memijiti punggungnya, rasakan kulit punggungnya yang halus dengan segera tidak ada tali bra yang menempel di punggungnya. A-mei makin larut terbuai beberapa hingga ia sedikit mendoyongkan badannya ke belakang serta kepalanya. Sesaat Pak Heru makin berupaya mendekatkan badannya ke badan A-mei. Sekianlah, yang satu mendoyongkan dianya ke belakang, yang satunya sekali lagi memajukan dianya ke depan. Hingga pada akhirnya badan A-mei tersandar seutuhnya ke Pak Heru. Punggungnya benar-benar melekat ke dada Pak Heru. Lalu Pak Heru mendekatkan berwajah ke rambut A-mei, lantas mendekatkan kepalanya ke samping kepala A-mei. Hingga pipinya melekat ke pipi A-mei. Sesaat A-mei tetaplah pejamkan matanya. Nikmati kelembutan serta mesranya pijitan Pak Heru.

Pak Heru saat ini menciumi rambut A-mei yang harum, lantas mencium belakang telinga, pipi sisi bawah, pipi sisi atas, mencium rambut di dekat telinganya. Sesaat tangannya mulai turun ke bawah, meraba-raba semua sisi ke-2 tangan A-mei, membelai rambutnya. Lalu ia menggeser badan A-mei serta badannya sendiri, membuatnya saat ini berhadap-hadapan. A-mei sudah buka matanya. Pak Heru mengecup kecil bibir A-mei untuk ketahui reaksi A-mei. Lihat yang di cium diam saja, Pak Heru selekasnya menciumi bibir A-mei dengan hangat yang lalu dibalasnya dengan hangat juga. Sebagian waktu lamanya mereka berdua larut sama-sama berciuman, sama-sama berpagutan. 

Lalu tangan Pak Heru masuk kedalam baju A-mei, meraba-raba pinggang serta perutnya, tetapi selang beberapa saat ke-2 tangannya merayap naik ke atas untuk menyentuh payudaranya. Didalam baju A-mei, ke-2 telapak tangan Pak Heru bergerilya hingga pada akhirnya melekat ke payudara A-mei, meraba-rabainya serta memainkan ke-2 putingnya yang berdiri tegak serta peka itu. Waktu itu baju A-mei sudah 1/2 terbuka karna terikut naik ke atas oleh pergerakan tangan Pak Heru, hingga sisi pinggang serta perutnya sudah terbuka. Tetapi A-mei telah tidak memedulikan itu karna saat ini ia cuma melenguh sembari pejamkan matanya. 

Dengan mendorong keatas ke-2 tangannya yang sudah ada didalam baju A-mei, dengan automatis baju A-mei turut terangkat juga hingga saat ini ke-2 payudaranya sudah terbuka. Pak Heru melanjutkan melepaskan pakaiannya keluar dari ke-2 tangan serta kepalanya hingga baju atasannya betul-betul lepas dari tubuh A-mei. Pak Heru menjatuhkan baju itu ke lantai sesaat matanya memandangi badan A-mei yang 1/2 telanjang itu. Fokusnya pasti ke ke-2 payudara A-mei yang meskipun tidak demikian besar tetapi terlihat demikian indah. Ke-2 putingnya yang mungil tetapi menonjol berdiri dengan tegak. Putingnya yang berwarna kemerahan terlihat demikian fresh serta kontras dengan kulitnya yang putih. Seperti ice-cream vanilla dengan dua buah ceri yang ditempatkan diatasnya. Demikian menantang untuk dikulum serta dihisap-hisap. Serta tersebut yang juga akan dikerjakan Pak Heru. 

A-mei, yang terlebih dulu tidak ingin dipijit Pak Heru karna takut di buka pakaiannya, saat ini jadi dengan suka-rela membiarkan pakaiannya dilepaskan oleh Pak Heru. Sesaat Pak Heru saat ini menciumi bibir A-mei yang merah, seperti rasakan enaknya strawberry yang masih tetap fresh. Kemudian mulutnya turun ke bawah ke dada A-mei. Awal mula menjilati payudara putih A-mei, lalu menuju ke tengah memutari putingnya. Serta pada akhirnya dikulumnya bertukaran ke-2 puting kemerahan punya A-mei itu seperti mengemut buah ceri. Serta dimainkan lidahnya menggerak-gerakkan puting A-mei yang peka itu didalam mulutnya. A-mei jadi begitu terangsang beberapa hingga saat ini ia mulai mendesah-desah keenakan. Karna memanglah payudaranya terlebih sisi putingnya yaitu sisi sensitifnya. Serta masih tetap ditambah sekali lagi ke-2 tangan Pak Heru yang meraba-raba punggungnya yang sudah telanjang itu. Dengan cekatan, diam-diam Pak Heru buka kancing di belakang rok A-mei serta retsleting di bawahnya sedapatnya hingga maksimum. 

Serta sewaktu Pak Heru merebahkan diri di ranjang serta menarik ke-2 tangan A-mei, hingga badan A-mei terikut olehnya, melorotlah rok daster yang dipakai A-mei. Hingga saat ini nampaklah celana dalam mini merah muda yang terlihat kontras di antara ke-2 pahanya yang putih mulus serta cocok dengan warna ke-2 puting payudaranya. Celana dalamnya yang mini cocok menutupi bulu kemaluannya. Sesaat A-mei yang sudah makin terangsang jadi makin berani. Dilepasnya roknya yang sudah turun itu agar tidak mengganggu pergerakannya. Lantas sepasang tangannya yang mungil buka tali pengikat baju tidur Pak Heru serta membukanya. Hingga nampaklah kulit badan telanjang Pak Heru yang coklat sawo masak. Terlihat benjolan besar dibalik celana dalamnya.

Saat ini giliran A-mei yang ambil gagasan. Mulutnya yang mungil selekasnya menuju mulut Pak Heru serta menciuminya dengan liar yang dibalas dengan tidak kalah liarnya. Mereka berdua sama-sama pagut memagut. Lalu mereka lakukan french kissing sesaat tubuh A-mei saat ini melekat ke dada bagian Pak Heru. 

Terlihat kontras badan A-mei yang putih mulus dengan rambut lurus sebahu warna hitam kecoklatan diatas badan Pak Heru yang sawo masak. Pak Heru bisa dikata termasuk juga buruk tampangnya. Tetapi tubuhnya tegap serta dadanya bagian. Hingga cukup kontras dengan badan A-mei yang kecil serta langsing. Sesaat perut Pak Heru termasuk juga langsing untuk ukuran pria seumurnya. Mungkin saja karenanya hingga cewek seperti A-mei tidak keberatan untuk bercinta dengan Pak Heru. 

Sesudah senang berciuman, Pak Heru melepas celana dalamnya sendiri sembari matanya tidak terlepas memandangi badan putih mulus A-mei yang nyaris telanjang bulat. Dimuka matanya ia senang memandangi payudara A-mei. Sesaat dari bayangan kaca besar di meja rias, ia lihat punggung A-mei yang telanjang yang putih mulus dengan rambut sebahu. Penisnya yang besar sudah berdiri dengan tegaknya. Maklumlah, lihat cewek secakep A-mei telanjang, cowok mana yang akan tidak terangsang, terlebih basic Pak Heru bandot tua yang memanglah pengagum daun muda seperti A-mei begini. A-mei terlihat tersipu lihat penis Pak Heru yang berdiri tegak dengan ukurannya yang besar itu. Penisnya disunat hingga terlihat kepalanya yang besar, sesaat batangnya hitam serta berurat serta ditumbuhi bulu kemaluan yang lebat. Tetapi Pak Heru tidak memedulikan itu serta ia selekasnya melepas celana dalam A-mei. Terlihat bulu-bulu kemaluannya yang tidak sangat lebat tetapi indah itu. Hingga saat ini keduanya sudah telanjang bulat. Nyatanya celana dalam A-mei sudah basah.

 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/10/cerita-sex-dewasa-begitu-nikmatnya_50.html

Agen Poker Terpercaya & Tanpa Robot ( 100% Member Vs Member )
Tersedia Games : Poker Online, Domino 99, BandarQ, Bandar Poker, Adu Q, Capsa Susun, Dan Sakong

Cukup 1 ID Sudah Dapat Memainkan 7 Games
Untuk DAFTAR silahkan klik link ini :

HOT PROMO !!!
* PROMO BONUS TURNOVER 0.5%
* PROMO BONUS REFERAL 20%
* MINIMAL DEPOSIT RP 20.000

Info Lebih Lanjut Hub:
* Website : WWW.HITSDOMINO.ORG
* Pin BBM : D86DAFAF
* Yahoo : hitsdomino@yahoo.com

* baca juga artikelnya : http://ceritasexdewasa168.blogspot.com
* baca juga artikelnya : http://www.webpokermas.blogspot.com
* baca juga artikelnya : http://hiburandewasa88.blogspot.com
 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/10/cerita-sex-dewasa-begitu-nikmatnya_44.html

Wanita Arap Bohay Narasi Dewasa Ngentot adalah website narasi seks ngentot paling baik serta terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Narasi Ngentot Sedarah, Narasi Dewasa Tante, Narasi Seks Paling baru dan Narasi Ngentot ABG paling baru serta banyak sekali lagi.

Beberapa ténaga kérja hotél cukup akrab pénghuninya, mungkin saja dikarenakan jumlah kamarnya tidak térlalu sangat banyak, sékitar 32 kamar. Saya cukup akrab serta séring duduk di lobby, bércakap-cakap tamu beda atau ténaga kérja hotél. beberapa terkadang séténgah bérgurau saya ditawari sélimut hidup oléh ténaga kérja hotél, dari mulai ROOM boy hingga ké sécurity. Méréka héran sélama nyaris 3 minggu saya tidak pérnah bawa wanita. Saya térsényum saja, bukanlah tidak ingin gan, namun fikiranku masih tetap térsita ké pékérjaan. Tidak térasa telah 3 minggu saya ménginap di hotél. dikarenakan surat-surat yang dipérlukan telah sélésai, saya dapat sédikit bérnafas léga serta mulai méncari hiburan. Barusan malam saya kémbali bisa mérasakan kéhangatan badan wanita sésudah bérgumul sélama 2 rondé séorang gadis panggilan asal Manado. Saya mémpéroléhnya dari sécurity hotél. Méskipun orangnya cantik serta putih, tétapi pérmainannya tidak térlalu istiméwa dikarenakan barangnya térlalu bécék serta sudak kéndor, namun lumayanlah buat méngurangi spérma yang telah pénuh. Dua hari sekali lagi saya juga akan pulang. Transportasi di lokasi ini mémang sedikit susah. Untuk ké Jakarta saya mesti ké ibukota provinsi dahulu baru ganti pésawat ké Jakarta. Célakanya dari kota ini ké ibukota provinsi dalam 1 minggu hanya ada 4 pénérbangan twin ottér yang kemampuannya hanya 17 séat. Bélum sekali lagi simpanan spésial buat péjabat Pémda yang mendadak mesti bérangkat. Saya yang telah booking séat séjak séminggu waktu lalu, térbukti masih tetap masuk di simpanan nomor 5. Altérnatifnya adalah ménaiki kapal laut punya Pélni yang makan saat séharian untuk hingga ibukota provinsi. rancanganku bila tidak bisa séat pésawat térpaksa naik kapal laut. Soré itu saya bércakap-cakap sécurity, yang ménolong méncarikan wanita, sembari sekedar duduk di café hotél. Kami mémbicarakan gadis Manado yang kutiduri barusan malam. Kubilang saya kurang senang pérmainannya. Mendadak saja mélihat mataku tértuju pada wanita yang baru masuk ké café. Wanita itu kélihatan mémpunyai badan tinggi, mungkin saja 168 cm, tubuhnya sintal serta dwujudnya mémbusung. mukanya kélihatan bukanlah muka Mélayu, namun lébih serupa ké muka Timur Téngah. Sécurity itu méngédipkan matanya ké arahku. ” Ayah bérminat? Bila ini ditanggung oké, Arab miliki, ” tuturnya. Wanita barusan mérasa bila sédang dibicarakan. ia ménatap ké arah kami serta méncibir ké arah sécurity di sampingku. “Anis, sini dahulu. Kénalan sama Ayah ini, ” kata sécurity itu. “Aku ingin ké karaoké dahulu, ” balas wanita barusan. térbukti namanya Anis. Anis bérjalan kéarah méja karaoké serta mulai mélakukan pésanan lagu.

Ruang karaoké tidak térpisah spésial, jadi bila yang ményanyi suara/suaranya bagus lumayan buat hiburan sembari makan. Namun bila cocok suara/nada pényanyinya bérantakan, jadi séléra makan dapat bérantakan. Untuk karaoké tidak dikénakan chargé, hanya adalah sérvicé café untuk tamu yang makan di sana. “Dékatin saja Pak, kawani dia nyanyi sembari kénalan. Siapa tahu pas serta jadi, ” kata sécurity barusan padaku. Saya bérjalan serta duduk didékat Anis. Kuulurkan tanganku, “Boléh bérkénalan? Namaku Jokaw”. “Anis, ” jawabnya singkat serta kémbali ménéruskan lagunya. suara/suaranya tidak bagus hanya lumayan saja. Cukup méménuhi standar bila ada péméntasan di kampung. Bébérapa lagu télah dinyanyikan. dari lagu serta logat yang dinyanyikan wanita ini nampaknya tinggal di Manado atau Sulawési Utara. Dia méngambil gélas minumannya serta mémbérikan miké ké tamu café di dékatnya. “Séndirian saja nona atau …, ” kataku méngawali pémbicaraan. “Panggil saja namaku, A…N…i…S, Anis, ” tuturnya. kami mulai térlibat pémbicaraan yang cukup akrab. Anis mémpunyai asal dari Gorontalo. ia mémang bérdarah Arab. bérbasickan dia banyak kéturunan Arab di Gorontalo.

Kuamati lébih téliti wanita di sampingku ini. Hidungnya mancung ciri khas Timur Téngah, kulitnya putih, rambutnya hitam tébal, béntuk tubuhnya sintal serta kéncang buah dadanya térlihat dari samping mémbusung padat. Kutawarkan untuk mébércakap-cakap di kamarku saja. Lébih dingin, dikarenakan bér-AC, serta lébih riléks sérta privasi térjaga. ia bérbasickan saja. kami masuk di dalam kamar. Sécurity barusan kulihat méngangkat ké-2 jémpolnya kéarahku. Didalam kamar, kami duduk bérdampingan di karpét ményandar ké ranjang sembari nonton TV. Anis masuk ké kamar mandi serta sébéntar kémudian telah kéluar sekali lagi. Kami mélanjutkan percakapan.

térbukti Anis séorang janda gantung, suaminya yang séorang éntréprénéur, kéturunan Arab juga, telah 2 th. méninggalkannya tetapi Anis tidak dicéraikan. ia sédang méncari jalan mémbongkar usaha kérajinan rotan dari Sulawési yang di pasarkan di sini. Dikta inilah tinggal familinya. ia main ké hotél, dikarenakan dahulu juga pérnah tinggal di hotél ini séminggu serta akrab koki wanita yang békérja di café. dari barusan siang koki térsébut sédang kéluar, bérbélanja képérluan café. Kulingkarkan tangan kiriku ké bahu kirinya. ia sédikit ménggérinjal tetapi tak ada sinyal tanda pénolakan. saya sémakin bérani serta mulai mérémas bahunya serta pérlahan-lahan tangan kiriku ménuju kédwujudnya. Sébélum tangan kiriku hingga di dwujudnya, ia ménatapku serta ménanya, “Mau apa anda, Jokaw? ” sésuatu pértanyaan yg tidak pérlu dijawab. Kupégang dagunya tangan kananku serta kudékatkan mukanya ké mukaku. Pérlahan kucium bibirnya. ia diam saja. Kucium sekali lagi tetapi ia bélum juga mémbalas ciumanku. “Ayolah Anis, 2 th. téntulah saat yang cukup panjang bagimu. Sélama ini téntulah anda mérindukan kéhangatan dékapan séorang lelaki, ” kataku mulai mérayunya.

Kuhémbuskan napasku ké dékat télinganya. Bibirku mulai ményapu léhér serta bélakang télinganya. “Akhh, tidak.. Janganlah.., ” rintihnya. “Ayolah Nis, mungkin saja punyaku tidak sébésar miliki suami Arab-mu itu, tetapi saya dapat ménolong ményélésaikan gairahmu yang térpéndam”. ia ményérah, mélihat mata matanya mérédup.

Kucium sekali lagi bibirnya, kesempatan ini mulai ada pérlawanan balasan dari bibirnya. tanganku segera mérémas dwujudnya yang bésar, tetapi telah sédikit turun. ia mélakukan désahan serta mémbalas ciumanku bérapi-api. Tangannya mérémas kéjantananku yang masih tetap térbungkus célana. Kududukan ia ditépi ranjang. Saya bérdiri didépannya. tangannya mulai mémbongkar ikatan pinggang serta ritsluiting célanaku, kémudian ményusup ké balik célana dalamku. Dikéluarkannya kéjantananku yang mulai ménégang. Dibukanya célanaku sémuanya sampai sisi bawah badanku telah dalam kondisi polos. Mulutnya kémudian ménciumi kéjantananku, ketika tangannya mémégang pinggangku serta méngusap kantung zakarku. Lama kélamaan ciumannya bérpindah témpat ménjadi jilatan serta isapan kuat pada kéjantananku. Saat ini ia méngocok kéjantananku méngulum kéjantananku serta ménggérakan mulutnya maju mundur. Aliran kénikmatan segera saja ménjalari séluruh badanku.

Tangannya ményusup ké bajuku serta mémainkan putingku. Kubuka kancing bajuku supaya tangannya gampang béraksi di dadaku. Kurémas rambutnya serta pantatkupun bérgérak maju mundur ményésuaikan gérakan mulutnya. Saya tidak ingin mémbuat tumpah spérma dalam tempat ini. Kuangkat badannya serta saat ini dia dalam tempat bérdiri ketika saya duduk di tépi ranjang. Tanpa ada késulitan segera saja kubuka célana panjang serta célana dalamnya. Rambut alat vitalnya agak tidak sering serta mémpunyai warna mémpunyai warna mérah. alat vitalnya térlihat sangat ménonjol di séla pacuma, sépérti sampan yang dibalikkan. ia mémbongkar kausnya séhingga sékarang tinggal mémakai bra mémpunyai warna biru. Kujilati badannya dari mulai lutut, paha hingga ké lipatan pacuma. Sésékali kusapukan bibirku di bibir vaginanya. Lubang vaginanya térasa sémpit kétika lidahku mulai masuk di dalam vaginanya. ia mérintih, képalanya méndongak, tangannya yang Di bagian ménghimpit képalaku ketika tangan satunya mérémas rambutnya séndiri.

 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/10/cerita-sex-dewasa-begitu-nikmatnya_44.html

Kumasukan jari téngahku di dalam lubang vaginanya, ketika lidahku kerjakan sérangan klitorisnya. ia mémékik pérlahan serta ké-2 tangannya mérémas buah dadanya séndiri. Badannya méléngkung ké bélakang ménahan kénikmatan yang kubérikan. ia mémbuat jadi rapat sélangkangannya ké képakalu. Kulépaskan bajuku serta kulémpar bégitu saja ké lantai. Pada akhirnya ia ményorongku séhingga saya térléntang di ranjang kaki masih tetap ménjuntai di lantai. ia bérjongkok serta, “Sllruup.. ”. Kémbali ia ménjilat serta méncium pénisku bébérapa saat. ia naik kéatas ranjang serta duduk di atas dadaku ménghadapkan vaginanya di mulutku. Tangannya ménarik képalaku méminta saya supaya ménjilat vaginanya dalam tempat démikian. Kuangkat képalaku serta segera lidahku ményéruak masuk di dalam liang vaginanya. Tanganku mémégang érat pinggulnya untuk ménolong ménahan képalaku. ia ménggérakan pantatnya mémutar serta maju mundur untuk méngimbangi térjangan gémpuran lidahku. Gérakannya sémakin liar kétika lidahku inténs ménjilat serta ménghimpit klitorisnya. ia méléngkungkan badannya séhingga sisi alat vitalnya sémakin ménonjol. tangannya kébélakang dilétakan di pahaku untuk ménahan bérat badannya. ia bérgérak késamping serta ménarikku séhingga saya ménindihnya. Kubuka bra-nya serta segera kutérkam gundukan gunung kémbar di dwujudnya.

Putingnya yang kéras kukulum serta kujilati. terkadang kumisku kugésékan pada ujung putingnya. Méndapat térjangan gémpuran démikian ia mérintih “Jokaw, mari kita kerjakan pérmainan ini, Input sékarang.. ”. Tangannya ménggénggam érat pénisku serta mémbidikkan ké lubang vaginanya. Bébérapa kali kucoba untuk mémasukannya tétapi sangat susah. sésungguhnya séjak kujilati sédari barusan kurasakan vaginanya telah basah oléh léndirnya serta ludahku, tetapi saat ini kétika saya méncari jalan untuk mélakukan pénétrasi kurasakan susah sékali. Pénisku telah mulai méngéndor sekali lagi dikarenakan telah bébérapa kali bélum juga kerjakan témbusan vaginanya. Saya ingat ada kondom di laci méja, masih tetap térsisa 1 sésudah 2 sekali lagi saya gunakan barusan malam, mungkin ménggunakan agar bérmanfaat pérmukaan kondom yang licin lébih gampang mélakukan pénétrasi. tetapi saya sangsi untuk méngambilnya, Anis kélihatan telah di puncak nafsunya serta ia tidak mémbérikan tanda untuk mémakai kondom. Kukocokkan pénisku sébéntar untuk méngéncangkannya. Kubuka pacuma sélébar-lébarnya. Kuarahkan pénisku kémbali ké liang vaginanya. “Jokaw.. Kéncangkan serta cépat masukan, ” rintihnya. Képala pénisku telah méléwati bibir vaginanya. Kudorong sangat pélan. Vaginanya sangat sémpit. éntah apa yang ményébabkannya, sésungguhnya ia telah miliki anak serta bérbasickan céritanya pénis suaminya satu séténgah kali lébih bésar dari pénisku. Saya bérpikir bagaimana langkahnya supaya pénis suaminya dapat kerjakan témbusan vaginanya. Pénisku kumaju mundurkan pérlahan untuk mémbongkar jalan nikmat ini. Bébérapa kali kémudian pénisku sémuanya telah kerjakan témbusan lorong vaginanya. Saya mérasa keadaan vaginanya yang sangat sémpit jadi dalam rondé pértama ini saya juga akan kalah bila saya méngambil tempat diatas. Mungkin saja bila rondé ké-2 saya bisa bértahan lébih lama. Juga akan kuambil langkah beda supaya saya tidak jébol duluan. Kugulingkan tubuhnya serta kubiarkan dia ménindihku.

Anis bérgérak naik turun ménimba kénikmatannya. Saya méngimbanginya tanpa ada méngéncangkan ototku, hanya sésékali kubérikan pérjanjiansi sékédar bértahan saja agar pénisku tidak méngécil. Anis mérébahkan badannya, mérapat didadaku.

Kukulum buah dadanya kéras serta kumainkan putingnya lidahku. ia méndéngus-déngus serta bérgérak liar untuk mérasakan kénikmatan. Gérakannya ménjadi gabungan naik turun, mélakukan putaran serta maju mundur. Mengagumkan vagina wanita Arab ini, dalam keadaan saya dibawahpun saya mesti mélakukan pérjuangan kéras supaya tidak kalah. Untuk ménjaga diri kubuat supaya fikiranku ménjadi riléks serta tidak bérkonséntrasi pada pérmainan ini. 15 ménit telah bérlalu séjak pénétrasi. Nampaknya Anis telah menginginkan méngakhiri sesi pértama ini. ia mémandangku, kémudian méncium léhér serta télingaku. “Ouhh.. jokaw, anda mengagumkan. Dahulu dalam rondé pértama umumnya suamiku juga akan kalah, tetapi kami masih tetap bértahan. Yéésshh.. Tahan dahulu, sébéntar sekali lagi.. Saya.. ”. ia tidak mélanjutkan kalimatnya. Saya tahu saat ini saatnya béraksi. Kukéncangkan otot pénisku serta gérakan badan Anispun sémakin liar. Akupun méngimbangi génjotan pénisku dari bawah. Kétika ia bérgérak naik, pantatku kuturunkan serta kétika ia ménghimpit pantatnya ké bawah akupun mémapaknya méngangkat pantatku. Képalanya bérgérak késana kémari. Rambutnya yang hitam lébat berantakan. spréi telah térlépas serta térgulung di pojok ranjang. bantal diatas ranjang sémuanya telah jatuh ké lantai. kondisi di atas ranjang sépérti kapal yang pécah dihémpas badai. Ranjangpun turut bérgoyang méngikutu gérakan kami. suara/suaranya bérdérak-dérak séakan héndak patah. Akupun sémakin mémbuat cépat génjotanku dari bawah supaya iapun segera bérlabuh di dérmaga kénikmatan. Séménit kémudian.. “Aaggkkhh.. Nikmat.. Ouhh.. Yéahh, ” Anis mémékik. Punggungnya méléngkung ké atas, mulutnya ménggigit putingku. Kurasakan aliran kénikmatan méndésak lubang pénisku. Saya tidak tahan sekali lagi. Kétika pantatnya ménghimpit ké bawah, kupéluk pinggangnya serta kuangkat pantatku. “Ouhh.. An.. Nis. Saya tidak tahan sekali lagi.. Saya sampaiihh! ” ia mémbérontak dari pélukanku hingga péganganku pada pinggulnya térlépas. pantatnya naik serta segera di turunkan sekali lagi cépat. “Jokaw.. Ouhh Jokaw.. Saya juga merasa Nikmat, dan kami berdua berakhir dengan kepuasan,
AGEN BANDARQ | BANDAR Q | AGEN DOMINO TERPERCAYA | AGEN ADUQ | BANDAR SAKONG| AGEN CAPSA ONLINE

 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/10/cerita-sex-dewasa-begitu-nikmatnya_44.html

Agen Poker Terpercaya & Tanpa Robot ( 100% Member Vs Member )
Tersedia Games : Poker Online, Domino 99, BandarQ, Bandar Poker, Adu Q, Capsa Susun, Dan Sakong

Cukup 1 ID Sudah Dapat Memainkan 7 Games
Untuk DAFTAR silahkan klik link ini :

HOT PROMO !!!
* PROMO BONUS TURNOVER 0.5%
* PROMO BONUS REFERAL 20%
* MINIMAL DEPOSIT RP 20.000

Info Lebih Lanjut Hub:
* Website : WWW.HITSDOMINO.ORG
* Pin BBM : D86DAFAF
* Yahoo : hitsdomino@yahoo.com

* baca juga artikelnya : http://ceritasexdewasa168.blogspot.com
* baca juga artikelnya : http://www.webpokermas.blogspot.com
* baca juga artikelnya : http://hiburandewasa88.blogspot.com