Agen Poker Agen Poker

Agen Ceme Agen Domino99 Terpercaya>

Sabtu, 14 Oktober 2017

Cerita Sex Dewasa-Sangat Begitu Menikmatin Di Perkosa Berulang Kali

 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/10/cerita-sex-dewasa-sangat-begitu.html

Namaku Winie, umurku telah 35 th. dengan dua orang anak yang telah beranjak dewasa. Saat menikah umurku masih tetap 19 th. serta saat ini anakku yang paling tua telah berusia 15 th. tengah yang bungsu berusia 13 th.. Ke-2 anakku disekolahkan diluar negeri semuanya hingga dirumah cuma saya serta suami dan dua orang pembantu yang cuma bekerja untuk bersihkan perlengkapan tempat tinggal dan kebun, sesaat mendekati senja mereka pulang. Suamiku jadi seseorang usahawan mempunyai sebagian usaha didalam serta luar negri. Kesibukannya buat suamiku senantiasa tidak sering ada dirumah. Apabila suamiku ada dirumah cuma untuk istirahat serta tidur tengah pagi-pagi sekali dia telah kembali leyap dalam pandangan mataku.

Hari-hariku sebelumnya anakku yang bungsu menyusul kakaknya yang telah lebih dahulu menuntut pengetahuan diluar negeri merasa mengasyikkan karna ada saja yang bisa kukerjakan, tak tahu itu untuk mengantarkannya ke sekolah maupun membantunya dalam pelajaran. Tetapi sejak tiga bln. sesudah anakku ada diluar negeri hari-hariku merasa sepi serta menjemukan. Ditambah lagi apabila suamiku tengah pergi dengan masalah bisnisnya yang ada diluar negeri, dapat meninggalkan saya hingga 2 mingguan lamanya. Saya tidak sempat ikut serta masalah bisnisnya itu hingga hari-hariku kuisi dengan berjalan-jalan ke mall maupun pergi ke salon serta kadang-kadang lakukan senam. Hingga satu hari kesepianku beralih keseluruhan karna supirku. Satu hari setibanya dirumah dari tempatku senam supirku tanpa ada kuduga memperkosaku.

Seperti umumnya demikian saya tiba didalam tempat tinggal, saya segera buka pintu mobil serta segera masuk kedalam tempat tinggal serta melangkahkan kakiku menaiki anak tangga yang melingkar menuju lantai dua di mana kamar paling utama ada. Demikian kubuka pintu kamar, saya segera melemparkan tasku ke bangku yang berada di dekat pintu masuk serta saya segera melepas baju senamku yang berwarna hitam sampai tinggal BH serta celana dalam saja yang masih tetap menempel pada badanku. Waktu saya jalan akan masuk ruangan kamar mandi saya melalui tempat rias kaca milikku. Sebentar saya lihat badanku ke cermin serta lihat badanku sendiri, kulihat betisku yang masih tetap kencang serta berupa serupa perut padi, lantas mataku mulai berpindah lihat pinggulku yang besar seperti bentuk gitar dengan pinggang yang kecil lalu saya menyampingkan badanku sampai pantatku tampak masih tetap menonjol dengan kencangnya. Lalu kuperhatikan sisi atas badanku, buah dadaku yang masih tetap diselimuti BH tampak terang lipatan sisi tengah, tampak cukup padat diisi dan, “Ouh.. ngapain anda disini! ” sedikit terperanjat saat saya tengah sebagian asiknya memandangi kemolekan badanku sendiri mendadak saja kulihat dari cermin ada kepalanya supirku yang rupanya tengah berdiri di bibir pintu kamarku yang barusan lupa kututup. “Jangan ngeliatin.. sana cepet keluar! ” bentakku dengan geram sembari menutupi sisi badanku yang terbuka. Namun supirku bukannya mematuhi perintahku jadi kakinya mengambil langkah maju satu untuk satu masuk dalam kamar tidurku. “Aris.. Saya telah katakan cepat keluar! ” bentakku sekali lagi dengan mata melotot. “silakan ibu teriak sekuatnya, hujan diluar juga akan melenyapkan nada ibu! ” ucapnya dengan matanya memandang tajam padaku. Sekilas kulihat celah jendela yang ada di sampingku serta nyatanya memanglah hujan tengah turun dengan lebat, memanglah ruangan kamar tidurku cukup rapat jendela-jendelanya sampai hujan turun juga takkan terdengar cuma saja diluar sana kulihat dedaunan serta ranting pohon bergoyang tertiup angin ke sana kemari. Detik untuk detik badan supirku makin dekat serta selalu mengambil langkah menghampiriku.

Merasa jantungku makin berdetak kencang serta badanku makin menggigil karena itu. Saya juga mulai mundur teratur selangkah untuk selangkah, saya tidak paham mesti melakukan perbuatan apa waktu itu hingga pada akhirnya kakiku tersudut oleh bibir ranjang tidurku. “Mas.. janganlah! ” kataku dengan nada gemetar. “Hua.. ha.. ha.. ha..! ” nada tawa supirku waktu melihatku mulai kepepet. “Jangan..! ” jeritku, demikian supirku yang telah berjarak satu meteran dariku menerjang badanku sampai badanku segera terpental jatuh diatas ranjang serta dalam sebagian detik lalu badan supirku segera menyusul jatuh menindih badanku yang kemampuanng. Saya selalu berupaya meronta waktu supirku mulai menggerayangi badanku dalam himpitannya.

Perlawananku yang terus-menerus dengan memakai ke-2 tangan serta ke-2 kakiku untuk menendang-nendangnya selalu buat supirku juga kerepotan sampai susah untuk berupaya menciumi saya hingga saya berhasil terlepas dari himpitan badannya yang besar serta kekar itu. Demikian saya memperoleh peluang untuk mundur serta menjauh dengan membalikkan badanku serta berupaya merangkak tetapi saya masih tetap kalah cepat dengannya, supirku berhasil menangkap celana dalamku sembari menariknya sampai badanku juga jatuh terbawa ke tepi ranjang kembali serta celana dalam putihku tertarik sampai bongkahan pantatku terbuka. Tetapi saya selalu berupaya kembali merangkak ke tengah ranjang untuk menjauhinya.

Sesaat kemudian kurasakan sisi bibir vaginaku dilumat dengan buas seperti orang yang kelaparan. Memperoleh serangan sesuai sama itu badanku segera menggelinjang-gelinjang serta rintihan dan erangan suaraku makin meninggi menahan geli bercampur nikmat beberapa hingga kepalaku bergerak menggeleng ke kanan serta ke kiri berkali-kali. Cukup lama mulutnya mencumbu serta melumati bibir vaginaku terlebih-lebih di bagian atas lubang vaginaku yang paling peka itu. “Aris.. telah.. telah.. ouh.. ampun Aar.. riss.. ” rintihku panjang dengan badan yang mengejang-ngejang menahan geli yang menggelitik bercampur nikmat yang mengagumkan rasa-rasanya waktu itu. Lantas kurasakan tangannya juga mulai rebutan dengan bibirnya. Kurasakan jarinya dicelup kedalam lorong kecil kemaluanku serta mengorek-ngorek isi dalamnya. “Ouh.. Ris.. ” desisku nikmati alur permainannya yang selalu jelas belum juga sempat kudapatkan bahkan juga dengan suamiku sendiri. “Sabar Win.., saya sukai sekali dengan lendirmu sayang! ” nada supirku yang 1/2 bergumam sembari selalu menjilat serta mengisap-hisap tanpa ada hentinya hingga sebagian menit sekali lagi lamanya. Sesudah senang mulutnya bermain serta berteman dengan bibir kemaluanku yang montok itu si Aris lantas mendekati wajahku sembari meremas-remas buah dadaku yang ranum serta kenyal itu. “Bu Winie.., saya entot saat ini ya.. sayang.. ” bisiknya lebih perlahan sekali lagi dengan nafas yang telah mendesah-desah. “Eee.. ” pekikku demikian kurasakan di belahan pangkal pahaku ada benda yang cukup keras serta besar menekan-desak 1/2 memaksa masuk belahan bibir vaginaku. “Tenang sayang.. tenang.. dikit sekali lagi.. dikit sekali lagi.. ” “Aah.. sak.. kiit..! ” jeritku keras-keras menahan ngilu yang sangat begitu beberapa hingga merasa duburku berdenyut-denyut menahan ngilunya.

Pada akhirnya batang penis supirku terbenam sampai dalam dibalut oleh lorong kemaluanku serta tertekan oleh bibir vaginaku. Sebagian waktu lamanya, supirku dengan berniat, penisnya cuma didiamkan saja tidak bergerak lantas sebagian waktu sekali lagi mulai merasa didalam liang vaginaku penisnya ditarik keluar perlahan serta kemudian didorong masuk sekali lagi, dengan juga perlahan sekali seolah-olah menginginkan nikmati gesekan-gesekan pada dinding-dinding lorong yang rapat serta merasa bergerenjal-gerenjal itu. Semakin lama pergerakannya makin cepat serta cepat hingga badanku makin berguncang dengan hebatnya hingga, “Ouhh.. ” Mendadak nada supirku serta suaraku keduanya sama beradu nyaring sekali serta panjang lengkingannya dengan dibarengi badanku yang kaku serta segera lemas seperti tanpa ada tulang rasa-rasanya. Begitu halnya badan supirku yang segera terhempas kesamping badanku. “Sialan anda Ris! ” ucapku memecah kesunyian dengan suara berang. Sesudah sebagian lama saya melepas capek serta nafasku telah mulai tenang serta teratur kembali. “Kamu hilang ingatan Ris, anda sudah memperkosa istri majikanmu sendiri, tau! ” ucapku sekali lagi sembari melihat badannya yang masih tetap terkulai di samping sisiku. “Bagaimana bila saya hamil kelak? ” ucapku sekali lagi dengan suara jengkel. “Tenang Bu Winie.., saya masih tetap miliki pil anti hamil, Bu Winie. ” ucapnya dengan tenang. “Iya.. namun kan telah telat! ” balasku dengan sinis serta ketus. “Tenang bu.. tenang.. tiap-tiap pagi ibu kan senantiasa minum air putih serta sepanjang dua hari terlebih dulu saya senantiasa mencampurkan dengan obatnya jadi Bu Winie tidak usah cemas bakalan hamil bu, ” ucapnya jadi lebih tenang sekali lagi. “Ouh.. jadi anda telah merencanakannya, sialan anda Ris.. ” ucapku dengan terperanjat, nyatanya diam-diam supirku telah lama merencanakannya. “Bagaimana Bu Winie..? ” “Bagaimana apanya? Saat ini anda lepasin saya Ris.. ” kataku masih tetap dengan suara jengkel serta gemas. “Maksudnya, barusan saat di Entotin enak kan? ” tanyanya sekali lagi sembari membelai rambutku.

Wajahku segera merah padam mendengar apa yang barusan disampaikan oleh supirku, tetapi dalam hati kecilku tidak bisa kupungkiri meskipun barusan dia telah memperkosa serta menjatuhkan derajatku jadi majikannya, tetapi saya sendiri ikut menikmatinya bahkan juga saya sendiri rasakan organsime 2 x. “Kok ngak dijawab sih! ” bertanya supirku sekali lagi. “Iya.. iya, namun saat ini lepasin talinya dong Aris! ” kataku dengan menggerutu karna tanganku telah pegal serta kaku. “Nanti saja yach! Saat ini kita mandi dahulu! ” ucapnya sembari segera menggendong badanku serta membawa ke kamar mandi yang ada di samping tempat ranjangku. Badanku yang masih tetap lemah lunglai dengan ke-2 tangan serta kakiku yang masih tetap terikat itu ditempatkan diatas lantai keramik berwarna krem muda yang dingin pas dibawah pancuran shower yang bergantung pada dinding. Kemudian supirku menyalakan lampu kamar mandiku serta menyalakan kran air sampai badanku basah oleh guyuran air dingin yang turun dari atas pancuran shower itu. Lihat badanku yang telah basah serta tampak mengkilat oleh pantulan lampu kamar mandi lantas Aris supirku berjongkok dekatku serta lalu duduk di sampingku sampai badannya juga ikut basah oleh air yang turun dari atas.

 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/10/cerita-sex-dewasa-sangat-begitu.html

Mata supirku yang memandangiku seperti tampak beda dari umumnya, dia mulai menyeka rambutku yang basah ke belakang dengan penuh sayang seperti tengah menyayang seseorang anak kecil. Lantas diambilnya sabun Lux cair yang berada di dalam botol serta menumpahkan pada badanku lantas dia mulai menggosoki badanku dengan telapak tangannya. Pinggulku, perutku lantas naik ke atas sekali lagi ke buah dadaku kiri serta lalu ke buah dadaku yang kanan. Tangannya yang merasa kasar itu selalu menggosok-gosok serta menggosok-gosok sembari bergerak berputar-putar seperti tengah memoles mobil dengan cairan kits. Kadang-kadang dia meremas dengan lembut buah dada serta punting susuku sampai saya terasa geli dibuatnya, lantas naik sekali lagi diatas buah dadaku, pundakku, leherku lantas ke bahuku, lalu turun sekali lagi ke lenganku. “Ah.. mas.. ” pekikku saat tangannya kembali turun serta turun sekali lagi sampai telapak tangannya tutup bibir vaginaku. Kurasakan telapak tangannya menggosoki bibir vaginaku naik turun serta lalu membelah bibir vaginaku dengan jemari tangannya yang lincah serta cekatan serta kembali menggosokikannya sampai sabun Lux cair itu jadi makin berbusa.

Sesudah memandikan badanku lantas dia juga membersihkan badannya sendiri sembari membiarkan badanku tetaplah bertumpu dibawah pancuran shower. Selesai bersihkan tubuh, supirku lantas menggendongku keluar kamar mandi serta menghempaskan badanku yang masih tetap basah itu ke atas kasur tanpa ada melap badanku terlebih dulu. “Saya juga akan bawakan makanan kesini yach! ” ucapnya sembari supirku melilit handuk yang umum kupakai kepinggangnya lantas ngeloyor ke luar kamarku tanpa ada pernah buat aku bicara. Telah tiga th. lebih saya tidak sempat rasakan kehangatan yang sekian mencapai puncak, karna keegoisan suamiku yang senantiasa repot dengan pekerjaan. Memanglah dalam soal keuangan saya tidak sempat kekurangan. Apa pun yang saya ingin tentu kudapatkan, tetapi untuk masalah keharusan suami pada istrinya telah lama tidak kudapatkan sekali lagi.

Tak tahu kenapa perasaanku sekarang ini seperti ada rasa tengah, senang atau.. tak tahu apalah namanya. Yang tentu hatiku yang sampai kini merasa berat serta jemu hilang demikian saja meskipun dalam hati kecilku juga terasa malu, tidak suka, sebal serta jengkel. Supirku cukup lama meninggalkan diriku sendirian, tetapi saat kembali rupanya dia membawakan masakan nasi goreng dengan telor yang masih tetap hangat dan satu gelas minuman kesukaanku. Lantas badanku disandarkan pada teralis ranjang. “Biar saya yang suapin Bu Winie yach! ” ucapnya sembari menyodorkan sesendok nasi goreng yang dibuatnya. “Kamu yang masak Ris! ” tanyaku menginginkan tahu. “Iya, lantas siapa sekali lagi yang masak bila bukanlah saya, kan dirumah hanya tinggal kita berdua, si Wati kan telah saya suruh pulang duluan sebelumnya hujan barusan turun! ” kata supirku. “Ayo dicicipi! ” tuturnya sekali lagi. Awalnya saya sangsi untuk mencicipi nasi goreng bikinannya, tetapi perutku yang memanglah telah merasa lapar, pada akhirnya kumakan juga sesendok untuk sesendok.

Tidak kusangka nasi goreng bikinannya cukup lumanyan juga rupanya. Tanpa ada merasa nasi goreng di piring bisa kuhabisi juga. “Bolehkan saya menyebut Bu Winie dengan sebutan mbak? ” tanyanya sembari membersihkan mulutku dengan tissue. “Boleh saja, memanglah mengapa? ” tanyaku. “Engga apa-apa, agar enak saja kedengaran di kupingnya. ” Bila saya bisa manggil Mbak Winie, bermakna Bu Winie eh.. salah tujuannya Mbak Winie, panggil saya Bang saja yach! ” celetuknya memohon. “Terserah anda saja ” kataku. “Sudah tidak raih sekali lagi kan Mbak Winie! ” sahut supirku. “Memang mengapa!? ” tanyaku. “Masih kuatkan? ” tanyanya sekali lagi dengan senyum binal sembari mulai meraba-raba badanku kembali. Saya tidak berikan jawaban sekali lagi, cuma menunduk malu, barusan saja saya diperkosanya jadi membuatku senang disetubuhinya terlebih untuk sesi yang ke-2 kataku dalam hati. Sebenarnya saya tidak ikhlas badanku diperkosanya tetapi saya tidak dapat untuk menampik permintaannya yang buat badanku bisa melayang di udara seperti dahulu waktu saya pertama kalinya menikah dengan suamiku.
AGEN BANDARQ | BANDAR Q | AGEN DOMINO TERPERCAYA | AGEN ADUQ | BANDAR SAKONG| AGEN CAPSA ONLINE

 https://ceritasexdewasa168.blogspot.com/2017/10/cerita-sex-dewasa-sangat-begitu.html

Agen Poker Terpercaya & Tanpa Robot ( 100% Member Vs Member )
Tersedia Games : Poker Online, Domino 99, BandarQ, Bandar Poker, Adu Q, Capsa Susun, Dan Sakong

Cukup 1 ID Sudah Dapat Memainkan 7 Games
Untuk DAFTAR silahkan klik link ini :

HOT PROMO !!!
* PROMO BONUS TURNOVER 0.5%
* PROMO BONUS REFERAL 20%
* MINIMAL DEPOSIT RP 20.000

Info Lebih Lanjut Hub:
* Website : WWW.HITSDOMINO.ORG
* Pin BBM : D86DAFAF
* Yahoo : hitsdomino@yahoo.com

* baca juga artikelnya : http://ceritasexdewasa168.blogspot.com
* baca juga artikelnya : http://www.webpokermas.blogspot.com
* baca juga artikelnya : http://hiburandewasa88.blogspot.com

3 komentar: